Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 April 2026 | 00.16 WIB

OJK Perketat Aturan, Pasar Saham RI Sudah Siap Lebih Jujur?

Karyawan berada di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Karyawan berada di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI), David Sutyanto, menyebut kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mereformasi pasar saham Indonesia dapat mendorong kualitas pasar ke level yang lebih tinggi.

Menurut David, peningkatan transparansi akan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi pasar. Ia menjelaskan bahwa akses informasi yang lebih luas akan mengurangi kesenjangan informasi (information asymmetry) antara pelaku pasar.

“Investor dan analis akan lebih mudah memahami struktur kepemilikan, hubungan afiliasi, hingga tingkat likuiditas saham yang sebenarnya. Ini akan mendorong terbentuknya harga saham yang lebih mencerminkan fundamental perusahaan,” ujarnya, ditulis Selasa (14/4).

Selain itu, peningkatan batas free float dinilai akan memperbaiki kualitas likuiditas pasar. Saham dengan free float rendah selama ini cenderung rentan terhadap volatilitas yang tidak sehat dan lebih mudah dimanipulasi. 

Dengan porsi saham publik yang lebih besar, proses pembentukan harga (price discovery) menjadi lebih optimal dan stabil. David juga menyoroti pentingnya transparansi terkait Ultimate Beneficial Owner (UBO). Menurutnya, informasi mengenai pengendali riil perusahaan menjadi faktor krusial dalam menilai risiko tata kelola dan potensi konflik kepentingan.

“Dalam konteks global, transparansi UBO sudah menjadi standar yang diperhatikan investor institusional. Ini penting untuk meningkatkan integritas pasar,” katanya.

Lebih lanjut, pengenalan mekanisme High Shareholding Concentration turut memberikan perlindungan tambahan bagi investor. 

Dengan adanya informasi mengenai konsentrasi kepemilikan saham, investor dapat mengukur risiko secara lebih komprehensif, khususnya terkait potensi volatilitas dan likuiditas.

David menilai, rangkaian kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk meningkatkan daya saing di mata investor global. 

Dalam berbagai indeks internasional, faktor transparansi, free float, dan tata kelola menjadi indikator utama dalam menentukan klasifikasi pasar.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore