
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pasar saham Indonesia dibuka zona hijau pada level 9.098 pada perdagangan awal pekan, Senin (19/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau fluktuatif dan sempat berada di zona merah 9.095, pada pukul 10.29 WIB, kembali naik ke level 9.086 naik 10,75 poin atau 0,12 persen.
Mengutip data RTI Business, volume transaksi di perdagangan tercatat 26.054 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 11.717 triliun. Adapun frekuensi transaksi tercatat 1.753.394 kali.
Pada awal perdagangan sesi sebanyak 347 saham tercatat menguat 336 saham melemah, dan 117 saham tidak mengalami pergerakan alias stagnan.
Sementara itu, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi menjelaskan memasuki perdagangan pada pekan ini yang terhitung mulai Senin-Jumat, 19–23 Januari 2026, fokus pasar akan beralih pada serangkaian rilis data dan keputusan kebijakan global dan domestik.
"Sehingga dalam sepekan kedepan IHSG diprediksi cenderung ke fase konsolidasi dengan rentang support di 9000 dan resistance di 9200," kata Imam dalam analisisnya, Senin (19/1).
Di sisi lain, kata dia, dari Tiongkok, perhatian utama tertuju pada rilis pertumbuhan ekonomi Kuartal IV-2025 dengan konsensus memperkirakan pertumbuhan 4,4 persen secara tahunan (yoy).
Menurutnya, data itu akan menjadi indikator penting untuk menilai ketahanan ekonomi di tengah stimulus moneter yang berlanjut. Data penjualan ritel dan tingkat pengangguran Desember juga perlu dicermati untuk membaca kekuatan konsumsi domestik dan kondisi pasar tenaga kerja.
Masih dari Tiongkok, lanjut Imam, keputusan Loan Prime Rate (LPR) tenor 1 tahun dan 5 tahun akan menjadi sorotan, di tengah sinyal PBOC yang membuka ruang pelonggaran lanjutan, meskipun konsensus pasar memperkirakan suku bunga tetap.
"Dari domestik, perhatian investor akan tertuju pada keputusan suku bunga Bank Indonesia. Pasar memperkirakan BI akan menahan suku bunga di level 4,75 persen dengan fokus utama menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan eksternal," jelasnya.
Sementara itu, dari Amerika Serikat, rilis US Core PCE Price Index dengan konsensus 2,7 persen (yoy) akan menjadi indikator inflasi utama yang dicermati pasar, mengingat perannya sebagai acuan kebijakan moneter Federal Reserve.
Merespons dinamika market yang ada saat ini, berikut rekomendasi saham untuk trading dari Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi:
1). Buy JPFA (Entry 2700, Target 2880 dan Stop Loss <2610). Kenaikan alokasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 menjadi Rp335 triliun, melonjak lebih dari 5 kali lipat dibandingkan realisasi tahun lalu Rp51,5 triliun, menjadi katalis struktural yang sangat kuat bagi JPFA. Sebagai salah satu integrated poultry terbesar di Indonesia, JPFA berada di posisi strategis untuk menyerap lonjakan permintaan protein hewani—terutama ayam dan telur—yang merupakan komponen utama menu MBG.
2. Buy on Breakout BBRI (Entry 3860, Target 4060 dan Stop Loss <3760). Untuk BBRI, sentimen utamanya datang dari arus dana asing. Dalam sepekan terakhir, investor asing tercatat melakukan net buy BBRI sebesar Rp575,7 miliar, mencerminkan kembalinya kepercayaan investor global terhadap perbankan besar Indonesia di tengah volatilitas pasar regional.
3. Buy on Breakout AADI (Entry 7725, Target 8300 dan Stop Loss <7450). AADI direkomendasikan seiring penguatan harga batu bara yang mendekati USD 110 per ton, mendekati level tertinggi satu bulan terakhir. Kenaikan harga terjadi di tengah persiapan China meluncurkan lebih dari 100 pembangkit listrik tenaga batu bara baru.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
