
Sulianto Indria Putra menjadi investor muda inspiratif. (Istimewa)
JawaPos.com-Sebelum dikenal sebagai salah satu remaja dengan aset ratusan miliar, Sulianto Indria Putra sempat melalui masa tergelap dalam hidupnya. Di awal perjalanannya di dunia digital, ia kehilangan hampir seluruh modal awal yang ia kumpulkan sendiri.
“Saat itu saya pikir semuanya berakhir,” kenangnya. Namun dari kegagalan itulah arah hidupnya berubah total.
Sulianto bukan berasal dari keluarga pebisnis besar. Ia membangun jalannya sendiri melalui internet dan komunitas global. Awalnya, semuanya tampak menjanjikan, sampai satu kesalahan membaca pasar membuatnya kehilangan sebagian besar tabungan. Alih-alih menyerah, ia menata ulang langkahnya dari nol.
“Saya sadar, selama ini saya hanya ingin cepat, bukan benar,” ujarnya. Kalimat itu menjadi fondasi baru yang mendorongnya mempelajari pola pasar lebih mendalam dan menerapkan manajemen risiko yang lebih ketat.
Kini, pada usia 19 tahun, upayanya membuahkan hasil. Nilai asetnya disebut mencapai sekitar Rp100 miliar, meningkat enam kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, baginya keberhasilan bukan hanya soal materi. “Yang paling saya syukuri bukan uangnya, tapi pelajarannya,” ucapnya.
Kisah Sulianto menjadi contoh bagi banyak anak muda bahwa kegagalan bukan akhir, melainkan koreksi arah. Ia kerap mengingatkan komunitasnya untuk menjaga integritas dan tetap tenang menghadapi pasar digital, alih-alih terjebak ambisi yang terburu-buru.
Di balik sorotan pencapaiannya, Sulianto tetap memilih rendah hati. Ia rutin berbagi ilmu dan membimbing pemula agar tidak mengulang kesalahan yang sama. “Saya ingin mereka tidak mengulang kesalahan saya,” tuturnya. (*)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
