
Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia
JawaPos.com - Pasar modal Indonesia masih diterpa sentimen negatif dari kejatuhan lira Turki dan memanasnya hubungan diplomatik negara itu dengan Amerika Serikat yang memicu kekhawatiran terjadinya krisis keuangan.
"Hal itu akan mendorong penjualan aset pelaku pasar dan investor di emerging market bakal keluar dari sana," ujar Maximilianus Nico Demus, Associate Director PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, di Jakarta, Selasa (14/8).
Menurutnya, anjloknya lira terhadap dolar AS, lanjut Nico, dikhawatirkan akan berdampak pada emerging market yang mendorong pergeseran dari aset berisiko menuju aset yang lebih aman (safe haven).
Nico menyebut, yang dikhawatirkan pelaku pasar adalah dampak sistemik yang terjadi seperti Yunani, meskipun tidak terjadi implikasi secara langsung. "Itulah yang terjadi saat ini," imbuhnya.
Namun demikian, jelas Nico, Bank Indonesia telah melakukan intervensi, terutama di pasar valuta asing dengan melakukan lelang forex.
Seperti diketahui, Kemarin, Senin (13/8), Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) ditutup anjlok 3,55 persen ke level 5.861. Nico mencatat, semua sektor industri mengalami penurunan, dengan penyusutan terbesar pada industri pertambangan (-4,98 persen) dan keuangan (-4,16 persen).
"Sementara investor asing mencatatkan net sell di semua perdagangan saham sebesar Rp646,8 miliar," ungkap Nico.
Nico menyebutkan, di satu sisi, momen ini merupakan kesempatan yang baik untuk membeli, namun pada akhirnya, akan selalu ada alasan untuk melakukan profit taking dan bersiap untuk memilih saham-saham unggulan yang telah terkoreksi.
"Secara teknikal, IHSG hari ini diprediksi terkoreksi dengan support dan resistance di level 5.803-5.977," tandasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
