
Ilustrasi kripto (Pixabay)
JawaPos.com - Di tengah semakin panasnya perdebatan global tentang masa depan aset digital, termasuk kripto, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memilih jalannya sendiri.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menegaskan bahwa mandat yang diterima lembaganya melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) bukanlah perkara kecil.
Ia menggambarkan tugas itu seperti mengurus 'seekor gajah utuh' untuk mengatur keseluruhan ekosistem kripto, bukan hanya sebagian kecilnya.
Pandangan ini kontras dengan langkah sejumlah otoritas moneter di Asia. Hong Kong, Korea Selatan, dan Jepang, misalnya, sudah menerbitkan stablecoin di wilayah mereka.
Namun fokusnya masih terbatas pada aspek tertentu: ada yang menekankan stabilitas, ada yang menyoroti likuiditas, dan sebagian melihatnya sebatas instrumen diversifikasi.
“OJK tidak hanya mengatur belalai atau ekornya, tapi seluruh gajahnya, dari kepala sampai kaki,” ujar Mahendra di sebuah acara kripto di Bali belum lama ini.
Menurut dia, OJK berusaha membangun pendekatan yang lebih menyeluruh. Regulasi bukan semata mengawasi pasar atau melindungi konsumen, tapi juga membuka ruang bagi inovasi.
Melalui mekanisme regulatory sandbox, aturan yang dibuat diharapkan tidak berubah menjadi penghalang kreativitas.
Meski begitu, Mahendra tidak menutup mata pada risiko.
Kompleksitas instrumen digital, tuntutan prudential regulation, hingga keterhubungan kripto dengan sektor riil dan industri keuangan lain disebutnya sebagai tantangan besar.
“Seberapa besar gajah ini kelak, sangat bergantung pada kesiapan sektor riil dan keuangan nasional untuk ikut mendorong pertumbuhannya,” ujarnya.
Di sinilah terlihat perbedaan paradigma. Jika regulator di negara lain cenderung menaruh kripto dalam ruang terbatas agar tidak mengganggu stabilitas sistem, OJK justru menganggapnya bagian utuh dari lanskap keuangan masa depan.
“Bagi kami ini bukan trade off, tetapi kesatuan. Kami ingin ekosistem kripto tumbuh secara utuh,” tegas Mahendra.
Ia menutup pandangan dengan harapan, forum besar terkait kripto bisa membuka cara pandang baru sekaligus menyatukan ekspektasi pelaku industri di tanah air.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
