
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira. (dok. pribadi Bhima)
JawaPos.com - Dibukanya investasi di sektor perbankan bagi entitas asing di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan efisiensi melalui alih pengetahuan, transfer teknologi, dan penerapan praktik tata kelola yang baik. Namun, semakin terbukanya keran penanaman modal juga meningkatkan risiko sistemik terhadap sektor keuangan yang perlu diwaspadai.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, investasi asing di sektor perbankan terdorong oleh kebutuhan dari sisi bank itu sendiri. Karena likuiditas ketat. Jadi mau tidak mau bank harus melakukan aksi korporasi.
"Melakukan trade issue misalnya atau beberapa bank yang ingin menerbitkan misalnya IPO (initial public offering) saham. Itu menurut mereka ini salah satu cara untuk menarik likuiditas," ucap Bhima kepada Jawa Pos, Kamis (14/8).
Dengan terbukanya investasi asing, lanjut dia, banyak yang mau masuk ke perbankan nasional. Meskipun jumlah bank di Indonesia sudah cukup banyak. Tapi investasi asing itu juga ingin melengkapi ekosistem pendanaan di industri yang mereka sudah punya.
Contohnya penyertaan modal bank-bank dari Korea Selatan. Yang mana investasi ke sektor keuangan itu juga ada kaitannya dengan industri otomotif dan elektronik yang ada di Tanah Air. Kemudian bank-bank Tiongkok yang juga ada hubungannya ke sektor konstruksi dan kendaraan listrik ke depan.
"Jadi, tujuan investor asing itu mengakui sisi bank lokal itu untuk melengkapi ekosistem itu," terang lulusan University of Bradford itu.
Nah, yang harus diperhatikan adalah risiko konglomerasi. ketika terjadi tekanan ekonomi atau permasalahan di induknya, kemungkinan bisa berdampak sistemik ke sektor-sektor usaha lainnya.
"Kedepan semakin ketat. Semakin pemerintah melakukan penerbitan surat utang dalam jumlah yang banyak, tentu opsi yang paling visible adalah untuk lebih banyak menarik modal asing. Nah itu yang terjadi," jelas Bhima.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
