Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Agustus 2025 | 19.48 WIB

Benarkah Generasi Muda Tak Suka Menabung? Hasil Riset Buktikan Sebaliknya

Benarkah generasi muda tidak suka menabung? (Eadon and Co) - Image

Benarkah generasi muda tidak suka menabung? (Eadon and Co)

JawaPos.com - Selama ini, ada anggapan yang cukup mengakar bahwa generasi muda, khususnya milenial dan gen-Z, cenderung boros dan tak suka menabung. Dibandingkan dengan generasi yang lebih tua, mereka dinilai kurang mapan secara finansial di usia yang sama. 

Namun, benarkah demikian? Sebuah studi terbaru dari Populix bertajuk 'Millennials & Gen Z Report: Navigating Youth Financial Habits in the Digital Age' justru menghadirkan data yang membantah asumsi tersebut. 

Laporan ini menunjukkan bahwa sebagian besar generasi muda Indonesia ternyata sudah memiliki kesadaran dan komitmen untuk menabung, meski pendekatannya mungkin berbeda dari generasi sebelumnya.

Mayoritas Sudah Menabung, Meski Tak Seragam

Indah Tanip, VP of Research Populix, mengungkapkan bahwa 70 persen milenial dan gen-Z telah memiliki kebiasaan menabung secara rutin, meskipun nominalnya tidak selalu tetap setiap bulan. "Bahkan bagi yang tidak rutin sekalipun, mereka tetap menyimpan sisa uang di akhir bulan," ujar Indah melalui laporannya.

Dari 77 persen responden yang menyatakan menabung, hanya 23 persen yang menabung dengan jumlah tetap setiap bulan. Sebanyak 46 persen lainnya menabung dengan nominal bervariasi, dan delapan persen memilih menyisihkan uang setiap minggu. 

Sisanya, sebanyak 17 persen menabung jika ada sisa uang, sedangkan empat persen mayoritas gen-Z, menabung untuk tujuan spesifik seperti liburan atau membeli barang.

Populix juga menyoroti bagaimana cara generasi muda mengelola pemasukan. Hampir separuh responden mengalokasikan uang langsung ke pos pengeluaran dan tabungan. 

Milenial cenderung lebih terstruktur dalam menyusun rencana keuangan, sedangkan gen-Z lebih fleksibel, menyisihkan uang terlebih dahulu, lalu membelanjakan sisanya.

Namun, sekitar sepertiga responden mengaku tidak punya perencanaan keuangan sama sekali. Mereka mengelola uang berdasarkan kebutuhan tiap bulan, yang bisa jadi alasan mengapa sebagian dari mereka tidak memiliki nominal tabungan yang konsisten.

Menariknya, tempat menabung generasi muda pun mencerminkan perbedaan gaya hidup dan perkembangan teknologi. Mayoritas milenial masih mengandalkan rekening bank konvensional, sementara gen-Z mulai nyaman dengan dompet digital (e-wallet) sebagai tempat penyimpanan uang.

Sebanyak 34 persen responden bahkan masih memilih menyimpan uang dalam bentuk tunai di rumah. “Perilaku ini menarik untuk diteliti lebih lanjut, karena bisa menunjukkan preferensi terhadap kontrol langsung atas uang tunai,” jelas Indah.

Di luar tabungan biasa, 14 persen responden, didominasi gen-Z, mulai berinvestasi dalam saham, reksadana, atau mata uang kripto. Sementara 12 persen lainnya memilih menyimpan uang dalam bentuk emas atau properti.

Dengan total 1.100 responden dari kalangan milenial dan gen-Z, mayoritas berasal dari Pulau Jawa dan latar belakang ekonomi menengah ke atas, studi ini menyoroti realitas yang sering kali luput dari persepsi umum: generasi muda sebenarnya cukup sadar pentingnya menabung.

"Meskipun cara dan jumlahnya berbeda, data ini menunjukkan bahwa generasi milenial dan Z sudah memiliki kesadaran finansial. Kini tantangannya adalah memperkuat literasi keuangan agar kebiasaan ini bisa terus berkembang," tandas Indah menyimpulkan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore