Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 April 2025 | 00.29 WIB

Layani 16,3 Juta Nasabah, Bank Jago Bukukan Laba Rp 60 Miliar Per Maret 2025 

Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung. (Bank Jago) - Image

Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung. (Bank Jago)

JawaPos.com - Di tiga bulan pertama 2025, PT Bank Jago Tbk menjaga momentum kinerja yang solid. Laba bersih melesat triple digit. Didukung akuisisi nasabah yang agresif, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), dan penyaluran kredit.

Per kuartal I 2025, Bank Jago telah melayani 16,3 juta nasabah. Termasuk 13 juta nasabah funding melalui aplikasi Jago. Jumlah pengguna Aplikasi Jago bertambah 4 juta nasabah dibandingkan posisi akhir kuartal I 2024 yang sebanyak 9 juta nasabah.

Per Maret 2025, total DPK Bank Jago mencapai Rp 21,4 triliun. Tumbuh 62 persen secara tahunan dari Rp 13,2 triliun pada Maret 2024. Dari jumlah tersebut, komposisi dana murah alias curent account and savings account (CASA) mencapai 54 persen atau Rp 11,5 triliun. Sedangkan komposisi term deposit (TD) mencapai 46 persen atau Rp 9,9 triliun.

"Dengan situasi perekonomian global yang mengalami ketidakpastian, kami berusaha menjaga kinerja bank tetap positif dan tumbuh secara sehat. Tetap mengamati potensi risiko dari gejolak yang ada,” ucap Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung, Jumat (25/4).

Dari sisi penyaluran kredit, Bank Jago mencatatkan pertumbuhan double digit. Meningkat 42 persen year-on-year (YoY) senilai Rp 20,3 triliun. Sejalan dengan strategi kolaborasi dengan berbagai mitra (partner). "Seperti ekosistem dan platformdigital, perusahaan pembiayaan, dan lembaga keuangan lainnya," jelas Arief.

Bank Jago memastikan penyaluran kredit secara berkualitas dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian. Tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross di level 0,3 persen. Pertumbuhan kredit mendorong naik aset Bank Jago menjadi Rp 32,5 triliun atau tumbuh 44 persen YoY. 

Dengan demikian, bank berbasis ekosistem digital itu meraup laba bersih setelah pajak (net profit after tax) sebesar Rp 60 miliar per akhir Maret 2025. Melonjak 178 persen dari akhir Maret 2024 sebesar Rp 22 miliar. Serta memastikan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 36,4 persen.

"Ini menunjukkan kuatnya tingkat permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan. Di sisi lain rasio kreditterhadap simpanan atau loan to deposit ratio berada pada 94 persen, mencerminkan tingkat likuiditasyang sehat," beber Arief.

Dia memastikan, Bank Jago tetap fokus bertumbuh sebagai bank berbasis teknologi mengedepankan inovasi, kolaborasi, fundamental, dan manajemen risiko yang baik. "Situasi yang menantang, kami selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian sambil melihat peluang untuk tumbuh secara berkelanjutan,” tandasnya. (han)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore