
Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono memberikan pengarahan dalam kegiatan penukaran uang rupiah di kantor pusat Bank Indonesia, Senin (3/3). (dok. BI)
JawaPos.com - Masyarakat sudah bisa menukarkan uang rupiah selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri mulai hari ini, Senin (3/3). Tahun ini, layanan penukaran uang rupiah mengoptimalkan penggunaan aplikasi Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (Pintar). Termasuk untuk mengakses layanan penukaran di loket perbankan.
Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono menuturkan, BI menyiapkan uang layak edar (ULE) sebanyak Rp 180,9 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode Ramadan dan Idul Fitri. Penggunaan aplikasi Pintar diharapkan dapat meningkatkan keamanan layanan dan mengurangi antrian/kepadatan di lokasi penukaran. Serta, meningkatkan efisiensi dengan distribusi yang lebih merata dan langsung kepada masyarakat.
"Meski demikian, masyarakat dapat memanfaatkan perkembangan transaksi pembayaran digital melalui mobile banking, internet banking, dan QRIS (QR Code Indonesian Standard) untuk berbagai kebutuhan pembayaran," kata Doni di kantornya.
Dia berharap, pendistribusian uang berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Penukaran uang rupiah dapat dilakukan di lokasi-lokasi strategis. Seperti rumah ibadah, tempat aktivitas keagamaan, dan kantor bank umum.
Layanan penukaran uang rupiah sudah bisa melalui aplikasi Pintar mulai 3 sampai 27 Maret 2025 dengan alamat https://pintar.bi.go.id. "Masyarakat dapat mengakses aplikasi tersebut untuk melakukan pemesanan sesuai jadwal dan tempat yang diinginkan," terangnya.
Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI M.Anwar Bashori menyatakan, 25 persen penukaran uang rupiah dalam setahun terjadi pada momen Ramadan dan Idul Fitri. Makanya, BI bersama seluruh mitra kerja menyiapkan pelaksanaannya.
Nah, masyarakat kini tidak perlu berduyun-duyun datang langsung untuk menukarkan uang. Karena sekarang ada aplikasi pintar. "Silakan akses pintar.bi.go.id. Mau jadwalnya, lokasinya, dan pecahan yang dibutuhkan bisa lewat aplikasi pintar," ujarnya.
Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan, merata, dan adil. Minimal mengurangi beberapa kendala-kendala yang terjadi tahun sebelumnya.
"Mulai (memesan) pukul 12.00 pada 3 Maret untuk pelaksanaan penukaran tanggal 4 sampai 9 Maret. Nanti setiap pekan lagi (pemesanan) di tanggal 9 Maret untuk berikutnya 16 Maret, dan akhirnya di 23 Maret," imbuh Anwar.
Dengan aplikasi Pintar, masyarakat mengetahui jadwal, lokasi pelaksanaan, dan kebutuhan pecahan. Sehingga lebih nyaman. BI juga memastikan keaslian uang rupiah.
Setelah melakukan pemesanan, BI bersama perbankan akan menyiapkan pecahan yang dibutuhkan. Mengingat pada tahun sebelumnya, ketika datang go-show, pelaksana tidak tahu kebutuhan pecahannya. Kejadian ini kadang-kadang menimbulkan beberapa ketidaknyamanan bagi masyarakat.
Anwar mengimbau, ketika datang langsung untuk penukaran jangan diwakilkan. Harap enunjukkan KTP asli. Supaya lebih gampang dalam melayani. Tentunya dibantu oleh perbankan-perbankan yang terkait. Mengingat, pada saat Ramadan dan Idul Fitri transaksi sangat luar biasa besarnya dimasyarakat.
"Kami mengajak masyarakat untuk merawat rupiah dengan 5J. Yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distaples, jangan dibasahi, dan juga jangan diremas. Karena akn mengurangi keindahan daripada rupiah tersebut. Karena rupiah bukan hanya sebagai mata uang, tapi kebanggaan kedaulatan negara Republik Indonesia," tutupnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
