Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Januari 2025 | 06.04 WIB

BEI Kalah dari India dan Thailand, Sri Mulyani Ingatkan Jangan Bikin Masyarakat Merasa Beli Surat Berharga yang Tak Ada Harganya

Menkeu Sri Mulyani bersama Gubernur BI Perry Warjiyo, Ketua DK OJK Mahendra Siregar, Dirut BEI Iman Rachman, jajaran DK OJK, dan direksi BEI, Senin (2/1). (Agas Putra Hartanto/Jawapos) - Image

Menkeu Sri Mulyani bersama Gubernur BI Perry Warjiyo, Ketua DK OJK Mahendra Siregar, Dirut BEI Iman Rachman, jajaran DK OJK, dan direksi BEI, Senin (2/1). (Agas Putra Hartanto/Jawapos)

JawaPos.com - Kontribusi pasar saham terhadap pertumbuhan ekonomi nasional terbilang rendah. Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia tertinggal dari Thailand dan Malaysia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan perlunya penguatan ekosistem dan integritas pasar modal dalam negeri.

Mengawali perdagangan pasar modal 2025 pada Senin (2/1), indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau. Dibuka di angka 7.092,43 hingga finis di level 7.163,205. Meningkat 83,3 poin atau 1,18 persen.

Merujuk data IDX Mobile, pada sesi perdana perdagangan tahun ini tercatat 338 saham mengalami kenaikan, 279 saham turun, dan 330 saham stagnan. Total transaksi di bursa mencapai Rp 9,02 triliun. Dengan volume perdagangan mencapai 19,36 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,089 juta kali.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyatakan, kontribusi pasar saham Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti India, Thailand, dan Malaysia. "India sebesar 140 persen, Thailand 101 persen, dan Malaysia 97 persen," ungkapnya dalam paparan di Main Hall Bursa Efek Indonesia.

Menurut dia, hal ini menunjukkan bahwa ruang dan potensi pertumbuhan pasar modal Indonesia masih sangat besar. Untuk mewujudkannya, diperlukan perkuatan ekosistem pasar modal. Sehingga integritas pasar dapat terjaga.

Mahendra menekankan bahwa kinerja pasar modal yang positif menjadi modal penting untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, OJK bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk Self Regulatory Organizations (SRO), berkomitmen untuk melaksanakan berbagai program strategis pemerintah di 2025.

Salah satunya fokus pendalaman pasar dengan tujuan meningkatkan kuantitas dan kualitas perusahaan tercatat di bursa. OJK akan mendorong peningkatan porsi saham free float.

Serta mendorong perusahaan-perusahaan besar untuk melantai di bursa saham. "Pengembangan produk, infrastruktur, dan layanan baru juga akan kami dorong. Ini akan mencakup peningkatan peran investor institusi di pasar perdana dan sekunder. Salah satu inisiatif yang akan dilakukan adalah optimalisasi penggunaan efek beragunan aset untuk mendukung likuiditas pelaksanaan program 3 juta rumah," jelasnya.

Mantan wakil Menteri Luar Negeri itu juga akan fokus pada penguatan anggota bursa dan manajer investasi (MI). Melalui peningkatan kapasitas, tata kelola, pengendalian internal, manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap regulasi.

Peningkatan keamanan teknologi informasi dan operasional juga menjadi perhatian utama untuk memastikan pasar modal Indonesia berfungsi dengan baik Mahendra menegaskan bahwa penguatan integritas pasar akan terus dilakukan melalui penegakan hukum yang tegas dan konsisten.

Terutama untuk melindungi investor ritel dari saham-saham dengan pergerakan yang tidak wajar. "Peningkatan integritas pasar ini akan memastikan bahwa pasar modal kita dapat berfungsi dengan efisien, memberikan perlindungan bagi investor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mendorong untuk optimistis menjaga perekonomian Indonesia agar semakin tangguh dan resilien. Mengingat, sepanjang 2024 bukan merupakan tahun yang mudah.

Makanya, penting memastikan bahwa saham-saham yang diperdagangkan di pasar modal merupakan saham-saham yang sehat. Berasal dari perusahaan-perusahaan yang dikelola dengan tata kelola dan fundamental yang baik.

"Sehingga masyarakat tidak merasa bahwa mereka membeli sebuah surat berharga yang ternyata tidak berharga," ujar perempuan yang akrab disapa Ani itu.

Dengan demikian, masyarakat akan merasa lebih aman dan percaya untuk berinvestasi di pasar modal. Juga dapat memperkuat pasar modal Indonesia dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore