
Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) bersama Dirut Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi (kiri), Komisaris Utama BSI Muliaman D. Hadad (kedua kiri) dan Direktur Teknologi Informasi BSI Saladin D. Effendi (kanan) berfoto bersama saat peluncuran apli
JawaPos.com - Perbankan berlomba-lomba berburu dana murah. Mulai dari mengembangkan layanan nasabah prioritas, tabungan haji, hingga platform digital. Meski pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) bank masih positif, tren kenaikannya terus melambat.
Bank Mega Syariah mengembangkan segmen priority banking dengan kantor cabang prioritasnya di lokasi strategis, seperti Kantor Cabang Pembantu (KCP) Jakarta Tanjung Karang, Jakarta Pusat. Direktur Bisnis Bank Mega Syariah Rasmoro Pramono Aji menuturkan, saat ini jumlah cabang prioritas Bank Mega Syariah menjadi 14 cabang. Tersebar di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, Medan, Palembang, dan Makassar.
"Diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan bisnis melalui layanan eksklusif yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan layanan finansial bagi nasabah premium dan produk wealth management," ungkap pria yang akrab disapa Oney itu, Senin (17/12).
Dia berharap, layanan nasabah prioritas akan mendukung peningkatan kelolaan DPK. Baik melalui tabungan haji, giro, maupun deposito. Hingga November 2024, Bank Mega Syariah telah menghimpun DPK lebih dari Rp 10 triliun atau naik 0,7 persen year-to-date (Ytd).
Porsi dana murah alias current account saving account (CASA) tumbuh double digit. Meningkat dari 31,5 persen pada November tahun lalu menjadi 33,5 persen per November 2024.
"Layanan Mega First Syariah, KCP Tanjung Karang juga mendukung peningkatan kelolaan dana pihak ketiga melalui produk dan program simpanan seperti tabungan Suka Suka, tabungan Super Saving, tabungan haji dan giro berkah institusi," bebernya.
Melalui kantor cabang prioritas Tanjung Karang juga memberikan layanan pembiayaan konsumer dan business banking. Produk konsumer akan menjadi fokus bisnis.
Tercatat, pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah mencapai lebih dari Rp 421 miliar atau naik 25 persen YtD. Sedangkan total pembiayaan business banking sebesar Rp 1,2 triliun atau tumbuh 11,3 persen YtD.
Sebagai nasabah prioritas Bank Mega syariah akan mendapatkan keuntungan eksklusif. Seperti akses ke MegaFirst Syariah Lounge, layanan personal dari relationship manager, bebas biaya transfer, layanan haji dan umroh concierge, laporan e-statement terintegrasi, serta layanan zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (ziswaf) bekerja sama dengan CT Arsa Foundation.
Ada pula fasilitas bebas antrian dan penggunaan safe deposit box gratis biaya sewa untuk tahun pertama. Nasabah juga dapat menikmati privilege lainnya seperti airport lounge, airport transfer, hingga medical check-up.
Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan signifikan jumlah pendaftar haji sepanjang 2024. Per November 2024, number of account (NoA) tabungan haji di BSI mencapai 5.521.769 akun. Meningkat 10,96 persen secara tahunan. Kenaikan customer base diiringi kenaikan dana kelolaan haji sebesar 12 persen.
Di sisi lain jumlah pendaftar porsi haji reguler (setoran awal haji 25 juta) mengalami kenaikan 27 persen year-on-year (YoY) dari 132 ribu jamaah pada November 2023 menjadi 169 ribu jamaah per November 2024. Seiring dengan transformasi digital yang mana 40 persen nasabah melakukan pendaftaran porsi haji melalui digital BSI Mobile maupun BYOND.
"Pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang semakin kuat terhadap layanan BSI. Tabungan haji menjadi salah satu produk unggulan yang memberikan solusi bagi masyarakat dalam mempersiapkan perjalanan ibadah ke Tanah Suci," kata Direktur Retail Banking BSI Harry Gusti Utama.
Hingga kuartal III 2024, total DPK BSI meningkat 14,92 persen YoY menjadi Rp 301,22 triliun. Didominasi oleh produk tabungan sebesar Rp 130,18 triliun yang tumbuh 13,40 persen. Di panggung global, setelah berhasil membuka cabang di Dubai Uni Emirat Arab, BSI bakal membuka cabang di Arab Saudi.
Dari perbankan konvensional, pertumbuhan DPK PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tercatat di atas rata-rata industri perbankan nasional sebesar 6,74 persen YoY. Yakni, mencapai Rp 370,7 triliun per akhir September 2024 atau bertumbuh 14,5 persen YoY.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
