Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Juli 2022 | 19.58 WIB

Inflasi Inti Masih Rendah, BI Tahan Naikkan Suku Bunga Acuan

Warga menukar uang baru di mobil kas keliling Bank Indonesia di Pasar Pramuka, Jakarta, Kamis (21/4/2022). Bank Indonesia kembali membuka layanan penukaran uang rupiah baru melalui mobil kas keliling yang berada di 5.013 titik yang meliputi 453 titik penu - Image

Warga menukar uang baru di mobil kas keliling Bank Indonesia di Pasar Pramuka, Jakarta, Kamis (21/4/2022). Bank Indonesia kembali membuka layanan penukaran uang rupiah baru melalui mobil kas keliling yang berada di 5.013 titik yang meliputi 453 titik penu

JawaPos.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo kembali menegaskan tak akan terburu-buru menaikkan suku bunga acuan karena kondisi inflasi inti yang masih rendah saat ini. Inflasi inti Juni 2022 yang baru saja diumumkan pagi tadi tercatat masih rendah, yakni 2,63 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Begitu pula inflasi harga yang diatur pemerintah (administered price) yakni 5,3 persen (yoy). "Inflasi inti yang rendah memberikan suatu ruang fleksibilitas bagi kami untuk tidak terburu-buru menaikkan suku bunga acuan," kata Perry dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) RI di Jakarta, Jumat (1/6).

Sementara itu, ia menyebutkan inflasi indeks harga konsumen (IHK) Juni 2022 secara tahunan memang meningkat menjadi 4,35 persen (yoy). Peningkatan inflasi IHK secara tahunan tersebut disebabkan oleh komponen inflasi bahan makanan yang cenderung meningkat belakangan ini.

Oleh karena itu, Perry menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan Banggar DPR RI karena telah menaikkan subsidi sehingga mendukung pengendalian inflasi, terutama inflasi harga yang diatur pemerintah.

"Tentu saja langkah Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus diperkuat untuk mengendalikan inflasi yang bergejolak," tegasnya, dikutip dari Antara.

Oleh karena itu, dirinya menekankan kebijakan moneter akan diarahkan untuk stabilitas perekonomian, sementara kebijakan lainnya antara lain makroprudensial dan sistem pembayaran akan tetap diarahkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore