Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 September 2021 | 02.39 WIB

OJK Cermati Gimmick Marketing Bank Digital Agar Saham Naik

Ilustrasi kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta - Image

Ilustrasi kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta

JawaPos.com - Transformasi digital memperluas akses layanan perbankan tanpa batas. Bank pun bebas memilih strategi bisnis. Namun, mereka harus memperhatikan kemampuan keuangan dan aspek non keuangan perusahaan.

"Seperti infrastruktur teknologi dan SDM (sumber daya manusia)," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana secara virtual Selasa (7/9).

Dia menegaskan, Peraturan OJK (POJK) Nomor 12/POJK.03/2021 menjadi acuan perbankan dalam menjalankan aktivitas layanan digital. Baik beroperasi melalui pendirian bank baru sebagai bank digital maupun transformasi dari bank konvensional menjadi bank digital.

"Bagi investor yang ingin mengakuisisi bank yang sudah ada untuk mendukung konsolidasi, tentu kami akan sambut baik upaya-upaya itu," katanya.

Menurut dia, langkah tersebut akan mempercepat konsolidasi sektor perbankan nasional. Dengan demikian, transformasi digital makin membantu perekonomian nasional untuk segera bangkit. Di sisi lain, OJK tidak menampik fenomena tersebut dimanfaatkan sebagai gimmick marketing dengan embel-embel bank digital. Karena itu, otoritas tersebut menyiapkan penilaian tingkat digitalisasi perbankan.

"OJK mencermati adanya unsur gimmick marketing. Hanya mengklaim sebagai bank digital untuk membuat harga sahamnya naik," ungkap Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan OJK Anung Herlianto.

Dia menjelaskan, asesmen tersebut menilai lima aspek. Yakni, strategi digital, organisasi dan budaya, teknologi, operasional, serta konsumen. Anung mengklaim, standar asesmen tersebut sudah diuji coba.

Hasilnya, digital maturity perbankan secara industri berdasar aspek strategi sudah 53 persen. Namun, dari sisi organisasi dan budaya baru 44 persen.

"Tanpa menyebut diri sebagai bank digital, bank sudah mempersiapkan infrastruktur digital sekitar 65 persen, aspek operasional penerapan digitalisasi sebesar 42 persen, dan costumer appetite untuk masuk ke layanan digital 49 persen," bebernya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore