Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 November 2023 | 17.38 WIB

Lifestyle Creep: Gaji Naik, Gaya Hidup Malah Ikut Naik? Anak Muda Harus Waspadai ini

ILUSTRASI. Anak muda belanja mengikuti lifestyle creep. - Image

ILUSTRASI. Anak muda belanja mengikuti lifestyle creep.

JawaPos.com - Gaji mengalami kenaikan tetapi jumlah tabungan stagnan. Malah tagihan untuk gaya hidup yang semakin membebani. Inilah yang disebut dengan lifestyle creep.

Lifestyle creep adalah meningkatnya pengeluaran untuk standar gaya hidup karena adanya pendapatan yang bertambah. Anak muda sering terperangkap gaya hidup ini, karena mereka menganggap kenaikan gaji akan menyelesaikan semua permasalahan keuangan.

Ciri dari gaya hidup ini adalah perubahan dalam pemikiran dan perilaku dalam memandang pengeluaran. Pengeluaran lebih ditujukan pada barang-barang yang bersifat keinginan sementara dan tidak penting.

Bukan berdasarkan untuk memenuhi keperluan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Alih-alih digunakan untuk menabung, kenaikan pendapatan malah digunakan untuk meningkatkan standar gaya hidup.

Perubahan gaya hidup ini merupakan masalah, karena dapat menghalangi seseorang untuk menabung keperluan masa pensiun atau keadaan darurat. Perilaku ini akan menggagalkan rencana tujuan keuangan, seperti rencana keuangan sekolah anak atau keuangan di masa pensiun.

Bahaya dari lifestyle creep akan semakin terasa bagi seseorang yang akan mendekati masa pensiun. Dilansir JawaPos.com dari laman NPR, berikut ini cara yang dapat dilakukan untuk mencegah lifestyle creep.

Menghemat uang secara dinamis

Sesuaikan jumlah tabungan dengan pendapatan yang didapatkan. Pendapatan yang lebih banyak, maka harusnya tingkat menabung juga akan semakin meningkat.

Hindari pembelian impulsif dan buatlah anggaran

Jangan melakukan pembelian secara cepat dan tanpa berpikir panjang. Beli barang berdasarkan anggaran yang sudah direncanakan.

Buatlah anggaran belanja berdasarkan barang-barang yang dibutuhkan sesuai dengan pendapatan yang dimiliki.

Terkadang memanjakan diri sendiri

Tidak apa-apa sesekali menggunakan uang untuk memanjakan gaya hidup yang membuat bahagia. Terlalu ketat tidak membelanjakan uang yang akan membuat perasaan senang, malah akan memiliki dampak yang buruk.

Jika ingin membeli barang barang yang tidak termasuk dalam daftar anggaran, masukkan barang tersebut sebagai barang keinginan. Seperti perawatan atau hadiah untuk diri sendiri.

Mengukur tingkat kepuasan

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore