Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Agustus 2020 | 22.01 WIB

Investor Pasar Modal Berharap Kuartal-III Membaik

Petugas melintas di depan layar yang menampilkan informasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/4). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan Jumat (3/4), ditutup positif. IHSG naik 91 poin (2%) ke level 4.623. FOTO : FEDRI - Image

Petugas melintas di depan layar yang menampilkan informasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/4). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan Jumat (3/4), ditutup positif. IHSG naik 91 poin (2%) ke level 4.623. FOTO : FEDRI

JawaPos.com - Pasar modal tidak terpengaruh pertumbuhan ekonomi nasional triwulan II yang minus. Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan bahwa rata-rata nilai transaksi dalam sepekan lalu meningkat. Meski demikian, jumlah kasus positif Covid-19 yang terus bertambah menjadi perhatian pelaku pasar.

Sekretaris BEI Yulianto Aji Sadono menuturkan, pasar modal Indonesia cenderung variatif pekan lalu meskipun datanya masih positif. Tercatat, rata-rata nilai transaksi harian meningkat 20,07 persen atau Rp 9,989 triliun.

"Jumlah tersebut naik daripada penutupan pekan sebelumnya senilai Rp 8,319 triliun," ujarnya pada Sabtu (8/8).

Frekuensi transaksi harian juga positif. Yakni, meningkat menjadi 755.404 dari 719.261 transaksi. Meski finis di zona merah, indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berada pada level 5.143,893.

Analis pasar modal Hans Kwee menuturkan, pertumbuhan ekonomi tanah air memang tidak terlalu baik. Namun, itu tidak berpengaruh signifikan terhadap pasar modal.

Apalagi, pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi -5,32 persen sudah diprediksi. Pelaku pasar memilih mengalihkan perhatian pada harapan pertumbuhan pada triwulan III.

"Harapan perbaikan ekonomi pada kuartal III didapat dari data yang menunjukkan terjadinya pertumbuhan penyaluran kredit dan penjualan kendaraan," katanya kepada Jawa Pos.

Selain itu, survei Bank Indonesia (BI) tentang indeks keyakinan konsumen (IKK) menunjukkan skor 86,2 pada Juli. Angka tersebut lebih baik daripada Juni yang tercatat 83,8.

Itu menunjukkan masyarakat optimistis dengan kondisi perekonomian nasional yang akan membaik. Namun, peningkatan kasus Covid-19 yang masih terus berlanjut menjadi perhatian pelaku pasar.

"Kekhawatiran lebih ke potensi ganguan pemulihan ekonomi," tutur direktur Anugerah Mega Investama itu. Sebab, bukan tidak mungkin akan terjadi gelombang kedua jika tren kasus masih terus bertambah.

https://www.youtube.com/watch?v=Wo5BiizygtM

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore