Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Agustus 2020 | 18.14 WIB

Jumlah Investor Pasar Modal Tetap Tumbuh Meski Dihantam Covid-19

Karyawan melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (26/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,15 persen atau 7,36 poin menuju 4.904,08, setelah bergerak di rentang 4.882 - Image

Karyawan melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (26/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,15 persen atau 7,36 poin menuju 4.904,08, setelah bergerak di rentang 4.882

JawaPos.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan, sejak awal tahun hingga detik ini, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 18,3 persen. Penurunan tersebut sebagai respons pelaku pasar terhadap pandemi Covid-19.

"Ini terjadi di bursa efek global tahun ini," kata Direktur Utama Inarno dalam Konferensi Pers virtual, Senin (10/8).

Inarno menyampaikan, penurunan IHSG sempat terperosok sangat dalam dengan level terendah pada 24 Maret 2020 lalu, yaitu anjlok -37,5 persen di posisi 3.937. Namun, pada 7 Agustus 2020 lalu, IHSG kembali naik 30,6 persen sejak level terendah diposisi 5.143.

Meski begitu, lanjut Inarno, sentimen Covid-19 tak menurunkan minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal dengan melakukan Initial Public Offering (IPO). Sejak awal tahun hingga saat ini sudah terdapat 35 emiten baru. Sehingga total emiten menjadi 699 perusahaan tercatat.

"Meskioun diwarnai Covid-19, sampai pekan lalu kita fasilitasi 34 perusahaan baru. Hari ini tambah satu jadi 35 perusahaan. Ini tertinggi di ASEAN selama 3 tahun bertutur-turut," tuturnya.

Inarno menambahkan, capaian lain yang diraih pasar modal tanah air yakni jumlah investor tumbuh tiga kali lipat menjadi 3,02 juta investor pasar modal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencatat, jumlah investor pasar modal mengalami peningkatan.

Jumlah single investor identification (SID) yang tercatat saat ini mencapai 3.458.417 SID. Itu terdiri dari investor saham sebanyak 995.256 SID, reksa dana sebanyak 2.190.942 SID, dan Surat Berharga Negara (SBN) sebanyak 272.219 SID.

Namun memang terdapat penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB). Sejak 2 Januari 2020 sampai 6 Agustus 2020, total NAB reksa dana menurun 4,84 persen dari Rp 570,51 triliun menjadi Rp 542,88 triliun.

https://www.youtube.com/watch?v=zKtmnIQuWsE

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore