
Ilustrasi utang akan memberatkan bila tidak dikelola dengan baik
JawaPos.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan beberapa strategi agar utang pemerintah tidak melonjak. Sebab seperti diketahui, saat ini pandemi Covid-19 belum usai, dan masih menghantam perekonomian Indonesia.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah berharap rasio utang berada pada batas aman sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 Keuangan Negara. Yaitu, 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Sri Mulyani memaparkan, pemerintah memegang prinsip prudent atau kehati-hatian dalam mengelola utang. Prinsip lainnya yaitu kemanfaatan untuk kegiatan produktif, efisien dalam cost of fund atau efisiensi, dan mempertimbangkan keseimbangan makro.
Sementara, dalam melakukan pembiayaan utang yang komponennya terdiri dari pinjaman dan Surat Berharga Negara (SBN), pemerintah semaksimal mungkin tetap melakukan pengendalian risiko. Sehingga risiko utang masih dalam batasan aman dan tidak mengganggu sustainabilitas dari APBN.
"Pemerintah juga akan melakukan penguatan dalam standar penerapan manajemen risiko utang terutama dalam proses asesmen dan protokol mitigasi ketika deviasi dalam indikator kinerja utang mengalami pelebaran," ujarnya, Kamis (18/6).
Sebagai informasi, Kementerian Keuangan mencatat jumlah utang pemerintah mencapai Rp 5.258,57 triliun per akhir Mei 2020, atau naik Rp 86,09 triliun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar Rp 5.172,48 triliun. Jika dibandingkan pada periode yang sama 2019, maka utang pemerintah naik Rp 686,68 triliun dari Rp 4.571,89 triliun pada Mei 2019.
Adapun total pemerintah dalam bentuk SBN mencapai Rp 4.442,90 triliun. Itu terdiri dari domestik Rp 3.248,23 triliun dan dalam bentuk valuta asing (valas) sebesar Rp 1.194,67 triliun.
Sementara untuk pinjaman terdiri dari pinjaman luar negeri Rp 805,72 triliun dan pinjaman dalam negeri Rp 9,94 triliun. Khusus pinjaman luar negeri terdiri dari pinjaman bilateral Rp 316,68 triliun, pinjaman multilateral Rp 446,69 triliun, pinjaman dari commercial bank Rp 42,35 triliun, sedangkan yang berasal dari suppliers nihil.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
