Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Desember 2019 | 21.58 WIB

Ekonomi Global Galau, OJK Klaim Sektor Jasa Keuangan Masih Aman

Ilustrasi logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Dok, JawaPos.com) - Image

Ilustrasi logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Dok, JawaPos.com)

JawaPos.com - Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan dalam kondisi terjaga. Intermediasi sektor jasa keuangan membukukan kinerja positif dan profil risiko industri jasa keuangan dapat dikendalikan.

Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan, sentimen positif yang berasal dari kesepakatan perang dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok dan kemenangan PM Boris dalam pemilu Inggris mewarnai dinamika perekonomian global pada pengujung 2019. "Selain itu, berlanjutnya kebijakan dovish oleh beberapa bank sentral negara maju terus menjaga likuiditas global dan penguatan pasar keuangan global," ujarnya Jumat (27/12).

Sampai dengan 20 Desember 2019, pasar Surat Berharga Negara (SBN) mengalami penguatan dengan yield turun sebesar 94,2 basis point (bps) year to date (ytd) disertai dengan aliran investor nonresiden ke pasar SBN tercatat Rp 171,0 triliun. Pada periode sama, pertambahan kepemilikan SBN oleh perbankan tercatat sebesar Rp 193,2 triliun.

Sementara itu, pertambahan kepemilikan SBN oleh dana pensiun sebesar Rp 43,9 triliun dan asuransi sebesar Rp 13,6 triliun. "Jumlah ini mencerminkan positifnya peran lembaga jasa keuangan dalam mendukung pembiayaan perekonomian nasional," katanya.

Dia menyebut, dana yang berhasil dikumpulkan dari sektor jasa keuangan dimanfaatkan oleh pemerintah untuk pendanaan pembangunan. Sementara itu, pasar saham menguat sebesar 4,53 persen month to date (mtd) atau 1,45 persen secara tahunan menjadi 6.284,4.

Penguatan ini ditopang oleh aliran masuk investor nonresiden. Secara ytd investor nonresiden mencatatkan net buy di pasar modal sebesar Rp 47,8 triliun.

Sampai dengan 23 Desember 2019, penghimpunan dana melalui pasar modal telah mencapai Rp 166 triliun. Adapun jumlah emiten baru pada periode tersebut sebanyak 54 perusahaan dengan pipeline penawaran sebanyak 55 emiten dengan total indikasi penawaran sebesar Rp 15,6 triliun.

Menurutnya, kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan sepanjang November 2019 sejalan dengan perkembangan yang terjadi di perekonomian domestik. Kredit perbankan mencatat pertumbuhan positif sebesar 7,05 persen yoy, ditopang oleh kredit investasi yang tetap tumbuh double digit di level 13,71 persen yoy.

Piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan meningkat 4,5 persen yoy. Di tengah pertumbuhan intermediasi lembaga jasa keuangan, profil risiko masih terkendali dengan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross sebesar 2,77 persen (NPL bersih 1,20 persen) dan Rasio NPF sebesar 2,5 persen.

Sementara dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh sebesar 6,72 persen yoy, lebih tinggi dari capaian tahun lalu. Pada periode sama, industri asuransi berhasil menghimpun premi sebesar Rp 261,7 triliun, atau tumbuh sebesar 6,1 persen yoy.

Di samping itu, risiko nilai tukar perbankan berada pada level yang rendah, dengan rasio Posisi Devisa Neto (PDN) sebesar 2,13 persen, jauh di bawah ambang batas ketentuan sebesar 20 persen. Likuiditas dan permodalan perbankan juga berada pada level yang memadai.

Liquidity coverage ratio dan rasio alat likuid/non-core deposit masing-masing sebesar 201,7 persen dan 99,63 persen, jauh di atas threshold masing-masing yang sebesar 100 persen dan 50 persen.

"Permodalan lembaga jasa keuangan terjaga stabil pada level yang tinggi," imbuhnya.

Capital Adequacy Ratio perbankan sebesar 23,81 persen. Sejalan dengan itu, Risk-Based Capital industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing sebesar 725 persen dan 329 persen, jauh di atas ambang batas ketentuan sebesar 120 persen.

"OJK senantiasa memantau dinamika perkembangan ekonomi global dan berupaya memitigasi potensi risiko yang ada terhadap kinerja sektor jasa keuangan. OJK juga terus memperkuat koordinasi dengan para stakeholder dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan," tuturnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore