
ilustrasi Bank Tabungan Negara (BTN)
JawaPos.com - Bank Tabungan Negara (BTN) Pondok Pinang, Jakarta mendadak menjadi sorotan Pemerintah Kabupaten Katingan, Kalimantan tengah (Kalteng).
Hal ini terkait tak jelasnya uang deposito milik Pemkab Katingan yang disimpan di BTN sejak tahun 2014 lalu.
Kasus ini menuai sorotan dari jajaran DPRD Katingan yang mencurigai APBD Katingan senilai Rp 35 miliar (dari nilai awal Rp 100 M) yang didepositokan di BTN tersebut, dipermainkan oleh kedua belah pihak.
“Baik pihak bank itu sendiri maupun oknum di Pemerintahan Kabupaten Katingan,” kata Ketua DPRD Kabupaten Katingan, Ignatius Mantir L Nussa kepada Kalteng Pos (Jawa Pos Group), Sabtu (23/9).
Untuk itu, Ignatius meminta kepada pihak kepolisian maupun kejaksaan yang menangani masalah ini, supaya bisa menuntaskan kasus hilangnya uang itu hingga tuntas dan menjerat para pelaku yang berani mempermainkan uang rakyat tersebut.
“Kasus ini harus jelas dan diproses secara hukum sesuai peraturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga bisa menjawab, apa yang sebenarnya terjadi dengan uang di BTN itu,” tegas politikus PDI Perjuangan ini.
Selain menyerahkan kepada penegak hukum, DPRD juga akan bergerak sendiri untuk menelusuri dan mencari masalah uang tersebut.
Sebab, menurut Mantir, dewan tidak mau tahu, apapun yang terjadi uang yang disimpan sebanyak Rp 35 Miliar dari awalnya Rp 100 Miliar itu, harus dikembalikan ke kas daerah.
“Kita (DPRD) juga berencana setelah kunjungan kerja nanti, akan menggelar rapat bersama rekan-rekan anggota dewan. Apakah kita harus membentuk pansus atau seperti apa untuk menelusuri hal ini,” ujarnya.
Dia berharap nanti masing-masing anggota DPRD Kabupaten Katingan termasuk di dalam fraksi-fraksi, jika memang dibentuk pansus bisa mendukung langkah tersebut.
Karena hal ini, ujar Mantir, semata-mata merupakan langkah DPRD untuk menelusuri masalah ini. “Faktanya sampai sekarang tidak jelas apa sebenarnya yang terjadi. Jadi ini yang kita lakukan dalam waktu dekat nanti,” pungkasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
