Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 April 2019 | 23.44 WIB

Ancaman Sesar Lembang, BNPB dan Pemprov Jabar Bangun Kesiapsiagaan

Ilusrasi: Gempa - Image

Ilusrasi: Gempa

JawaPos.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan geladi ruang atau tabletop exercise (TTX) yang melibatkan berbagai pihak dari tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional. Kegiatan itu mengangkat tema terkait dengan ancaman bahaya gempa yang dipicu akivitas Sesar Lembang.


TTX sebagai rangkaian Hari Kesiapsiagaan Bencana membahas upaya pemerintah setempat dalam menghadapi ancaman bahaya Sesar Lembang. Tiga tema utamanya, yaitu kesiapsiagaan masyarakat, aktivitasi pos komando, dan koordinasi multipihak serta penggunaan anggaran.


Penyelenggaraan TTX selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat koordinasi BNPB dan BPBD 2019 untuk pelaksanaan simulasi latihan penanganan bencana secara berkala. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan dan menyamakan pemahaman ancaman dan risiko bahaya.


“Perlunya meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan yang terkait, baik pemerintah, masyarakat, pakar, dunia usaha dan media terhadap sistem komando penanganan darurat bencana,” ujar Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Wisnu Widjaja melalui keterangan tertulis pada Rabu (24/4).


Dia menambahkan, latihan tersebut juga untuk menguji dan mensikronisasi rancangan Ranperpres SOP penanganan darurat bencana, Renkon BPBD Provinsi Jawa Barat dan Rencana Tindakan Kontijensi Kodam III Siliwangi.


Di samping membangun kesiapsiagan di tingkat pemangku kepentingan, BNPB dan pemprov juga ingin membangun kesiapsiagaan masyarakat di wilayah Jawa Barat.


Pihaknya menyelenggarakan beberapa kegiatan seperti bimbingan teknis wartawan dan pembina pramuka, latihan tanggap darurat, peningkatan kapasitas sukarelawan, latihan evakuasi dan pemasangan rambu serta papan informasi bencana, khususnya terkait dengan potensi ancaman Sesar Lembang.


Sehubungan dengan potensi gempa, wilayah Jawa Barat memiliki tiga sumber gempa, yaitu zona megathrust di selatan Jawa Barat, selatan Selat Sunda dan Sesar aktif di daratan. Terakhir sesar yang telah teridentifikasi adalah Sesar Baribis, Lembang dan Cimandiri.


Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, sebanyak 26 kejadian gempa merusak dengan 3,3 hingga 7,3 SR di wilayah Jawa Barat pada periode 1963 hingga 2018. Intensitas maksimum yang dapat ditimbulkan mencapai VIII MMI.


Berdasarkan potensi dampak yang sangat besar, BMKG menekankan perlunya kewaspadaan terhadap pemerintah, dunia usaha dan masyarakat setempat. “Banyak sekolah, perkantoran, bangunan hotel sarana pariwisata, industry, dan sentra ekonomi di sepanjang jalur Sesar Lembang,” terang Daryono.


Sementara itu, Peneliti Geotek LIPI Mudrik Daryono mencatat secara detail Sesar Lembang dengan menggunakan metode tektonik geomorfologi dan paleoseismologi, membagi Sesar Lembang menjadi enam bagian. Panjang keseluruhan dari bagian tersebut mencapai 29 km, mulai dari Cimeta, Cipogor, Cihideng, Gunung Batu, Cikapundang, dan Batu Lenceng.


Tak hanya itu, hasil kajian Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menunjukkan bahwa Sesar Lembang berpotensi terjadi gempa dengan magnitudo maksimum 6,8 SR.


Pada potensi tersebut, BMKG telah melakukan pemodelan peta tingkat guncangan atau shakemap. Skenario yang digunakan yaitu 6,8 SR dengan kedalaman 10 km di zona Sesar Lembang. Pemodelan menunjukkan intensitas VII-VIII MMI.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore