
Jamaah Haji Indonesia tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Pemerintah bisa meniru kebijakan Turki dalam meminimalisir antrean haji, yakni melalui skema pembatasan usia.
JawaPos.com – Lamanya antrean haji bak menjadi persoalan klasik di Tanah Air. Pasalnya, jumlah calon jamaah yang berangkat tak sepadan dengan kuota haji yang diberikan Pemerintah Arab Saudi.
Imbasnya mudah ditebak, mereka harus mengantre bertahun-tahun lamanya untuk menunaikan rukun Islam kelima itu. Bahkan di satu daerah, waktu tunggu jamaah haji mencapai 36 tahun.
Pengamat Haji dan Umrah dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Dadi Darmadi mengatakan, selain persoalan kuota, lamanya antrean haji juga disebabkan mekanisme pendaftarannnya.
"Di Indonesia bisa mendaftar sepanjang tahun. Mungkin, kedepan pemerintah bisa mempertimbangkan agar pendaftaran haji dibuka pada bulan tertentu saja. Ini diharapkan dapat menyaring jamaah yang membludak,” ujar dia kepada JawaPos.com di Jakarta, Rabu (14/3).
Pemerintah, kata Dadi, bisa meniru negara Turki dalam meminimalisir lamanya antrean jamaah. Disana, mereka yang berusia di atas 55 tahun tak diperkenankan lagi pergi ke Tanah Suci.
Skema pembatasan usia ini, lanjut Dadi, terbilang efektif lantaran mampu menekan antrean jamaah haji.
"Pemerintah bisa memikirkan cara Turki," imbuh Dadi.
Keempat, lanjutnya, pemerintah dapat melakukan undian haji. Jadi, uang yang telah disetor tidak akan hilang, hanya yang dapat pergi haji harus mendapatkan undian. Kebijakan ini sejatinya telah diterapkan di negara Pakistan.
"Sedangkan, Indonesia pernah melakukan hal ini tahun 1950 di masa pemerintahan Presiden Soekarno," tambahnya.
"Kalaupun diterapkan di zaman sekarang pastinya akan mendapat reaksi. Tapi setidaknya pemerintah melakukan sesuatu daripada dibiarkan berlarut-larut dan semakin panjang,” tegasnya.
Upaya terakhir, tutur Dadi, melobi Pemerintah Arab Saudi untuk memberikan kuota yang lebih besar. Jika tidak bisa, pemerintah dapat menyarankan masyarakat untuk memilih umrah sebagai opsi pengganti Haji.
“Menurut saya, bagi orang yang memiliki kesempatan berhaji tapi waktu menunggu terlalu lama 20, 30 tahun. Jika tidak mau menunggu selama itu, bisa diambil lagi dana hajinya dan bisa dipakai untuk umrah, itu juga mungkin akan mengurangi jumlah jamaah yang membludak,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Zidane Ingin Menang di Stade de France
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Koordinator BEM UI Diserang OTK di Tebet Jaksel, Sempat Diancam Bunuh
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022