alexametrics

Idul Fitri, Momentum Rajut Kembali Persatuan dan Kesatuan Bangsa

1 Juni 2019, 20:00:06 WIB

JawaPos.com – Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah tinggal menunggu itungan hari. Masyarakat, khususnya umat Islam, diingatkan untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat tali silaturahmi dan merajut kembali persatuan.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Marsudi Syuhud berpesan kepada umat Islam untuk menggelar halahbihalal saat Idul Fitri nanti. Menurut dia, kegiatan halahbihalal dapat mengurangi ketegangan-ketegangan yang terjadi selama pelaksanaan Pemilu serentak 2019.

Marsudi menerangkan, manusia sebagai makhluk sosial, pasti pernah melakukan hal-hal yang menimbulkan kebencian dalam diri orang orang lain. “Menjelang Idul Fitri ini, kita hendaknya membuka hati, utamanya dalam memberikan dan meminta maaf kepada orang lain,” ujar Marsudi kepada wartawan, Sabtu (1/6).

Senada dengan Marsudi, Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) Ustad Jeje Zaenudin menyerukan hal yang sama. Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, kembali merajut persatuan dan kesatuan.

“PP Persis mengharapkan agar suasana kesatuan, persatuan itu kembali utuh menjelang Hari Raya Idul Fitri dan seterusnya,” katanya.

Persatuan perlu dirajut lagi mengingat masyarakat Indonesia terpecah menjadi dua kubu selama pelaksanaan Pemilu serentak 2019. Jeje meminta kedua kubu untuk melakukan rekonsiliasi nasional.

“Perlu ada rekonsiliasi nasional pasca-Pemilu, walaupun tentu saja proses gugatan peradilan di MK terus berjalan sesuai dengan agenda. Tapi, harus disikapi dengan tenang, bijak, dan yakin atas indenpedensi MK,” ungkapnya.

Hal yang tak kalah penting, kata Jeje, umat Islam harus memaksimalkan ibadahnya pada 10 hari terakhir Ramadhan agar bisa meraih malam Lailatul Qadar. Untuk meraihnya, menurut dia, masyarakat juga harus selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi.

“Masing-masing pribadi harus semakin selektif di dalam menerima informasi dan menyebarkannya, karena ini juga secara spiritual mempengaruhi kualitas ibadah Ramadhan kita,” tuturnya.

Ia menambahkan, jika masyarakat tidak hati-hati dalam menerima informasi, maka akan sangat rentan terpengaruh dengan pihak-pihak yang sengaja ingin memprovokasi.

“Kita harus bisa menjaga kekhidmatan ibadah puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis berharap masyarakat pada saat Hari Raya Idul Fitri nanti dapat benar-benar kembali kepada fitrahnya.

“Mereka yang pulang kampung atau mudik datang kepada orang tua untuk sungkem dan meminta maaf, juga bersilaturahmilah dengan sanak saudara,” ulasnya.

Cholil mengatakan, bersalaman merupakan ajaran nabi. Sebab, jika ada dua muslim bertemu dan bersalaman, maka Allah akan memaafkan dosa mereka sebelum berpisah.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads