
PENUNTUT ILMU: Chamimah menunjukkan ijazah bersama Rektor UM Surabaya Sukadiono. Dia menjadi wisudawan paling senior. (Septinda Ayu Pramitasari/Jawa Pos)
Chamimah, 78, patut menjadi inspirasi generasi muda. Di usia yang sudah senja, adik Wakil Presiden (Wapres) Ke-6 RI Try Sutrisno itu masih semangat menempuh pendidikan sarjana di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya. Dia akhirnya diwisuda di Gedung At-Tauhid UM Surabaya pada Selasa (24/11).
SEPTINDA AYU PRAMITASARI, Surabaya
CHAMIMAH begitu semangat menghadiri wisuda program sarjana di Gedung At-Tauhid Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Selasa (24/11). Dengan mengenakan baju toga lengkap dengan riasan tipis di wajahnya, perempuan 78 tahun itu tiba di kampus pukul 06.30. Gerbang kampus pun belum dibuka. Sebab, prosesi acara wisuda sesi pertama baru dimulai pukul 08.30.
”Saya datang terlalu pagi, diantar suami saya,” kata Chamimah kepada Jawa Pos setelah prosesi wisuda pada Selasa (24/11). Chamimah mengaku sangat antusias untuk diwisuda.
Hal tersebut merupakan pengalaman pertama sepanjang hidupnya menyandang gelar sarjana. Tidak peduli dengan usianya yang hampir menginjak 80 tahun, semangat menempuh pendidikan sarjana PG PAUD tetap tinggi.
”Saya bangun pukul 01.00. Setelah salat Tahajud, saya langsung menyiapkan sarapan untuk cucu. Habis itu, langsung dandan buat wisuda,” ujarnya dengan wajah semringah.
Perempuan kelahiran 1 September 1942 itu menuturkan, tidak ada batasan usia untuk terus belajar dan meraih pendidikan setinggi-tingginya. Keinginan untuk kuliah S-1 PG PAUD tersebut muncul setelah memasuki masa pensiun.
”Banyak teman yang bilang, ngapain kuliah, Bu? Kan sudah pensiun. Saya jawab saja tidak apa-apa,” kata dia, lantas tertawa.
Adik kandung Wakil Presiden Ke-6 RI Try Sutrisno itu akhirnya nekat kuliah S-1. Dia mengambil kuliah setiap Jumat-Sabtu. Setiap kali kuliah selalu diantar dan dijemput suaminya. Hal itu dilakukan dengan penuh semangat dan justru menginspirasi teman-teman kuliahnya yang rata-rata masih berusia muda.
”Kebetulan kuliahnya kan di kampus UM Surabaya yang di Jalan Pacar Keling. Ya, setiap kuliah diantar dan dijemput,” kisahnya.
Aktivitas sehari-hari Chamimah saat ini adalah mengajar di TK Masa Putra Bakti. Dia mengajar di TK sejak 1963. Kemudian, pada 1977, dia mendapat tugas tambahan menjadi guru SD. ”Pagi saya mengajar TK. Pulang dari TK, saya lanjutkan mengajar SD. Pada 2002, saya pensiun menjadi guru SD dan tetap mengajar di TK,” katanya.
Chamimah menambahkan, dulu dirinya juga menjadi kepala TK Masa Putra Bhakti. Namun, setelah berusia 60 tahun, tugas sebagai kepala TK berhenti.
”Sesuai peraturan pemerintah, usia 60 tahun tidak boleh menjadi kepala TK. Jadi, sampai sekarang saya masih menjadi guru TK,” ujarnya.
Nenek dua cucu itu mengungkapkan, alasan kuliah S-1 PG PAUD adalah ingin menguasai pendidikan. Sebab, anak buahnya merupakan lulusan S-1. Hal itu membuatnya termotivasi untuk bisa meraih pendidikan sarjana.
”Ya, kalau saya tidak meraih itu, kan malu. Anak buah saya lulusan S-1,” kata dia.
Menurut dia, tidak ada kata terlambat untuk meraih pendidikan tinggi. Yang terpenting adalah semangat untuk belajar. Meski sudah usia lanjut, banyak pengalaman yang diperoleh pada masa kuliah. ”Saya tetap kuliah dan punya banyak teman yang masih muda-muda,” ucapnya.
Chamimah menyatakan sangat senang bisa menyelesaikan kuliah dengan baik. Banyak ilmu yang diperoleh di dunia PG PAUD. ”Yang terpenting adalah dapat menambah ilmu saya,” ujar dia.
Chamimah pun menjadi satu di antara 1.139 wisudawan yang diwisuda UM Surabaya pada periode genap 2020−2021 secara luring. Dia juga berhasil lulus dengan tugas akhir berjudul Kecerdasan Bahasa Anak Usia Dini Kelompok A TK Masa Putra Bhakti Surabaya 2019−2020. ”Semangat belajar dan kepatriotan turun dari kakak saya. Alhamdulillah, saya menamatkan studi di PG PAUD UM Surabaya,” katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022