
peduli: Pengurus Komiunitas Tandon memberikan bantuan kepada Ismail di rumahnya pertengahan Oktober lalu. (Komunitas Tandon for Jawa Pos)
Di tengah pandemi, Komunitas Tabungan dan Donasi (Tandon) yang beranggota para driver ojek online (ojol) tetap berupaya menyisihkan sebagian rezekinya. Uang yang terkumpul dari hasil iuran sukarela tersebut diberikan kepada ojol lain yang lebih membutuhkan.
ARIF ADI WIJAYA, Surabaya
MATA Ismail berkaca-kaca ketika didatangi pengurus Tandon Kota Surabaya pertengahan Oktober lalu. Penyandang disabilitas yang bekerja sebagai driver ojol itu terharu ketika menerima bantuan dari Komunitas Tandon. Dia tidak henti-hentinya mengucap rasa syukur atas bantuan tersebut.
Ismail selama ini memang menjadi tulang punggung keluarga. Sulung di antara tiga bersaudara itu harus merawat orang tuanya yang sudah berusia lanjut. Juga, membiayai pembelajaran daring (dalam jaringan) adiknya yang masih sekolah. Adik pertamanya sudah bekerja. Penghasilannya sebagai driver ojol sejatinya lumayan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Namun, karena pandemi, ordernya menurun drastis.
Biasanya, Ismail bisa membawa 20−30 penumpang sehari. Pada April lalu, penghasilannya dari mengantar penumpang turun drastis. Saat itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya baru menerapkan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) untuk menekan persebaran Covid-19.
Ketika PSBB diterapkan, aplikasinya semakin jarang menerima order penumpang. Dalam sehari, dia paling banyak hanya mendapat lima penumpang. Hal itu berdampak cukup signifikan terhadap penghasilannya sehari-hari. ”Bingung waktu itu karena tidak ada pekerjaan lain. Akhirnya, sempat pinjam ke beberapa teman,” kata warga Jalan Jati Purwo, Kecamatan Kenjeran, itu.
Untungnya, ada bantuan dari pengelola aplikasi bagi sebagian driver ojol. Juga, dari pemerintah untuk warga kurang mampu terdampak pandemi. Hal itu cukup meringankan beban ekonominya yang benar-benar drop selama pandemi ini.
Awal Oktober lalu, aplikasinya tiba-tiba tak bisa digunakan. Dia pun tidak bisa bekerja optimal. Setelah dicek, ternyata ada orang yang meretasnya. Ismail segera melaporkan masalah tersebut kepada pengelola aplikasi untuk dibenahi. ”Sudah bisa. Tapi, tetap saja sepi orderan sehari-hari,” katanya.
Pertengahan Oktober, Ismail mengaku dikabari Hasan, pengurus komunitas driver ojol wilayah Surabaya Utara. Katanya, ada Komunitas Tandon yang akan berkunjung ke rumah. Dia pun memberikan alamat lengkapnya. ”Saya tidak tahu kalau mau diberi bantuan. Saya kira mau diajak gabung,” terangnya.
Ismail tidak mau menyebut nominal yang diberikan Komunitas Tandon. Yang jelas, dia sangat bersyukur. Dengan adanya bantuan tersebut, beban ekonominya terbantu. ”Saya hanya bisa berterima kasih. Ini bisa buat beli beras, buat makan bapak, ibu, dan adik saya,” ucapnya.
Bukan hanya Ismail yang benar-benar merasa bersyukur karena mendapat bantuan dari Komunitas Tandon. Sohib (bukan nama sebenarnya) juga merasa benar-benar terbantu. Sebab, gara-gara pandemi Covid-19, sang istri kabur dari rumah dan pulang ke rumah mertuanya di Madura.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
