
Poster NieR: Automata. (SquareEnix)
JawaPos.com - Video game, apapun platformnya, biasanya memberikan misi dan tujuan default yang nyaris sama kepada para pemainnya: menyelamatkan dunia dan membasmi kejahatan. Namun, ada satu franchise game yang justru mengajak pemainnya tidak hanya bermain, tapi juga berpikir kritis tentang makna kehidupan: NieR.
Alih-alih menawarkan kisah heroisme klasik, seri karya Yoko Taro yang secara garis besar sudah hadir dalam 3 judul ini perlahan memaksa pemain menghadapi 1 pertanyaan yang reflektif, sunyi, namun sangat mengganggu:
"Bagaimana manusia hidup setelah Tuhan tidak lagi ada?"
Pertanyaan sederhana, namun sangat disturbing secara psikologis.
Bagi yang sudah memainkan setidaknya dua judul game ini, yakni NieR (yang memiliki dua versi alternatif berjudul NieR Gestalt dan NieR Replicant) serta NieR: Automata, tidak bisa dipungkiri bahwa pertanyaan di atas terus menerus menghantui alam bawah sadar para player-nya.
Dalam NieR: Automata, dikisahkan bahwa para android diberi perintah oleh manusia untuk terus berperang melawan bangsa mesin yang menginvasi bumi. Para protagonis utama di dalamnya, yakni Android 2B, 9S dan A2 harus susah payah menjalankan misi berbahaya, bahkan mengorbankan diri hanya untuk menemukan sebuah fakta mencengangkan yang sungguh-sungguh di luar nalar: Manusia, selaku entitas yang menciptakan para android, sebenarnya sudah lama punah.
Fakta ini pun akhirnya membuka pola pikir baru: Jika manusia yang merupakan 'Tuhan' dari para android sudah mati, lalu apa tujuan eksistensi para android tersebut?
Dunia tetap berputar. Perang terus berlanjut. Namun, dasar untuk mereka melakukan semua ini sebetulnya sudah tidak ada lagi.
Tidak penting lagi. Tidak relevan lagi.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
