Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Maret 2026, 22.52 WIB

Raup Omzet Jutaan di Tengah Arus Mudik Pelabuhan Merak, Pedagang Mainan Sasar Anak Pemudik yang Kerap Rewel

Sahruddin, 35 tahun, pedagang mainan di Pelabuhan Merak, Banten/(Dimas Choirul/Jawapos.com) - Image

Sahruddin, 35 tahun, pedagang mainan di Pelabuhan Merak, Banten/(Dimas Choirul/Jawapos.com)

 JawaPos.com - Terik matahari menyengat di Dermaga 3 Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (18/3) siang. Di sela deru kendaraan yang mengular menuju kapal penyeberangan, seorang pria berdiri sambil menenteng gantungan mainan warna-warni. 
 
Ia menyapa satu per satu kaca mobil para pemudik, menawarkan hiburan sederhana bagi anak-anak yang mulai gelisah di perjalanan panjang.
 
Namanya Sahruddin, 35 tahun. Setiap musim mudik lebaran, ia kerap turun menjadi pedagang mainan musiman. Bukan tanpa alasan, momen ini menjadi salah satu peluang terbesar baginya untuk meraup pundi-pundi rupiah.
 
Dengan wajah yang tampak kusam, di tangannya, tergantung beragam mainan anak, mulai dari boneka kecil, mainan bunyi-bunyian, hingga setir mobil-mobilan. 
 
Tak hanya itu, Ia juga menjajakan kipas—baik kipas elektrik maupun kipas bambu sederhana—yang banyak dicari pemudik di tengah cuaca panas.
 
“Ya jadi pemudik itu kan terkadang bawa anak, ya kan ya? Terus terkadang kalau pemudik itu kalau macet itu kan pusing, ya kan? Terus anaknya nangis terkadang. Jadi kan kita ngasih mainan anak-anak gitu,” ujarnya kepada Jawapos.com, Rabu (18/3).
 
 
Di tengah antrean kendaraan yang kerap tersendat, kehadiran pedagang seperti Sahruddin menjadi “penyelamat kecil” bagi para orang tua. Anak-anak yang rewel bisa sejenak teralihkan perhatiannya dengan mainan sederhana yang dijajakan. 
 
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, mulai dari Rp10 ribu untuk kipas hingga Rp45 ribu untuk mainan. Sahruddin mengambil barang dagangannya dari kawasan Banten Lama, lalu menempuh perjalanan ke Merak dengan menumpang bus, bahkan terkadang hanya “nebeng” dengan memberi uang sekadarnya.
 
Ia mengaku, baru tiga hari berjualan mainan di Pelabuhan Merak pada musim lebaran tahun ini. Jika pada hari biasa, Ia bekerja sebagai buruh harian pabrik dengan upah yang tak seberapa.
 
Berbeda dengan pekerjaan hariannya, di musim lebaran ini, Ia bisa meraup hingga Rp1,5 juta hingga Rp2 juta dari hasil jualan mainan. “Tiga hari biasanya omzetnya 2.000 (Rp2 juta). Terkadang 17 (Rp1,7 juta) kadang,” katanya.
 
Baginya, tiga hari berdagang saat mudik bisa membantu mencukupi kebutuhan keluarga selama Ramadan. “Ya kalau kita kan ya, selama satu bulan puasa penuh kita kan di rumah terus ya kan? Nah, itu sudah setiap tahunnya kita untuk menafkahi anak istri di rumah, cukup 3 hari saja,” tuturnya.
 
Sahruddin biasanya berhenti berdagang pada H-1 lebaran. Bukan karena sepi, melainkan karena ia ingin kembali ke rumah hadir untuk anak satu-satunya di malam takbiran.
 
“Bukan karena sepi, karena kita dibutuhkan di rumah gitu, karena anak tinggal satu, istri dan anak pertama saya sudah meninggal dunia, jadi dia sendirian," tandasnya.
 
 
Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore