
KULIAH DI KORSEL: Tim Asia yang beranggota, dua dari kiri, Bunly Ek, Alland Dharmawan, Nastassja Amling, Seonha Choi, dan Julie Dioc menerima penghargaan pada The Geneva Challenge 2024 di Jenewa Swiss
’’Kita ajarkan bagaimana membuat toko online, mengoperasikan, memasarkan, dan lainnya. Di daerah sering kita jumpai anak muda ingin belajar, tapi nggak ada infrastruktur dan akses yang memadai. Dengan ide ini, kita ingin ada kerja sama dengan pemerintah setempat maupun pihak swasta,’’ papar Alland yang juga menjadi salah seorang pembicara dari Indonesia pada side-event konferensi COP29 di Baku, Azerbaijan, pertengahan bulan lalu.
Kompetisi The Geneva Challenge tidak hanya menilai kelayakan proyek, tetapi juga potensi dampak, kemampuan untuk direplikasi di negara lain, dan keberlanjutan dalam jangka panjang.
Menariknya, meski kisah Dina berasal dari provinsi kecil di Kamboja yang dipotret dalam DigiBridge, kurikulum itu bisa diimplementasikan secara global. Bergantung pada kebutuhan yang dialami oleh lokasi implementasi.
’’Bisa disesuaikan dengan perlunya apa, bahasa setempatnya apa agar bisa inklusif. Siapa pun yang tidak punya internet bisa belajar,’’ imbuh pria lulusan Universitas Ma Chung, Malang, itu.
Bermacam Latar Belakang
Alland menceritakan, dirinya sengaja mengumpulkan kawan-kawannya dari latar belakang berbeda-beda dalam Tim Asia. Bunly berasal dari Kamboja, Julie dari Prancis, Nastassja dari Jerman, dan Seonha dari Korsel. ”Dengan bermacam latar belakang, lima sekawan ini mampu memetakan beberapa solusi dan perspektif beragam,” tuturnya.
Tim Asia pun meraih peringkat III kompetisi The Geneva Challenge 2024. Meski telah meraih prestasi, Alland dan tim tak menghentikan langkahnya. Tiap anggota tim akan mempromosikan DigiBridge ke berbagai pihak agar solusi yang ditawarkan bisa menjembatani persoalan yang ada.
’’Tim kami punya background dan koneksi yang berbeda-beda. Kami akan presentasi di beberapa pihak terkait. Seonha di Korsel rencananya akan membantu presentasi di organisasi sukarelawan untuk pengungsi Korea Utara, sementara Bunly juga akan presentasi di Kamboja. Saya sendiri berharap kurikulum ini bisa diimplementasikan di Indonesia agar dampak positifnya bisa dirasakan di tanah air,’’ tuturnya. (c6/dio)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
