Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 November 2024 | 20.51 WIB

Kreatif dan Inovatifnya Guru Masa Kini, Eka Nurviana Fatmawati Ajar Matematika lewat Bermain Peran Detektif

TRANSAKSI SEDERHANA: Eka Nurviana Fatma ketika mengajarkan matematika dengan praktik langsung lewat bakulan pecel. Setelah membaca daftar harga, siswa membuat pesanan dan menjumlahkan totalnya. - Image

TRANSAKSI SEDERHANA: Eka Nurviana Fatma ketika mengajarkan matematika dengan praktik langsung lewat bakulan pecel. Setelah membaca daftar harga, siswa membuat pesanan dan menjumlahkan totalnya.

Mengajar tidak sekadar menyampaikan materi sesuai kurikulum. Terlebih di era digital seperti sekarang. Para guru menerapkan pendekatan belajar yang kreatif dan inovatif agar murid-murid mendapatkan pemahaman secara efektif dan menyenangkan. Menjelang Hari Guru Nasional (25/11), berikut beberapa di antara sekian banyak pengajar inovatif. Terima kasih, para guru hebat!

Eka Nurviana Fatmawati, SDN Butuh 1 Kediri: Belajar Matematika lewat Bermain Peran Detektif hingga Bakulan Pecel

MATEMATIKA yang kerap jadi ”momok” bagi sebagian siswa diubah menjadi aktivitas seru oleh Eka Nurviana Fatmawati SPd Gr. Ketika itu, guru SDN Butuh 1 Kabupaten Kediri tersebut mengajarkan materi operasi hitung bilangan bulat hingga 100.000. Eka, sapaannya, membawa bakulan pecel ke ruang kelas, lengkap dengan kerupuk dan bumbunya.

Guru berusia 30 tahun tersebut mengajarkan matematika dengan bermain peran sebagai penjual dan pembeli pecel. ”Saya menggunakan LKPD (lembar kerja peserta didik) diferensiasi yang saya rancang di Canva, berbentuk menu prasmanan. Siswa diminta membaca daftar harga, membuat daftar pesanan, menjumlahkan total, dan membayar menggunakan uang mainan,” papar guru Duta Canva Indonesia sekaligus Duta Teknologi Kemendikbud tersebut.

Apabila jawaban siswa benar, mereka akan mendapatkan reward berupa kerupuk pecel lengkap dengan sayurnya. Aktivitas itu tidak hanya melatih keterampilan matematika siswa, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis dan mempraktikkan transaksi sederhana. 

Anak-anak pun antusias mengerjakan tugas menyenangkan itu. Eka membagikan pola pengajarannya di Instagram dan menuai banyak respons positif. Konten tersebut mendapatkan 2,4 juta views hanya dalam sepekan.

Eka dikenal sebagai sosok yang inovatif dalam memanfaatkan teknologi. Dia menciptakan media pembelajaran yang menarik dengan memanfaatkan berbagai alat digital. Salah satunya, mengintegrasikan Canva dengan kurikulum yang ada.

”Saya sering menggunakan Canva untuk membuat LKPD, lembar asesmen, permainan, dan materi pembelajaran seperti poster, presentasi, dan infografik yang mendukung pemahaman siswa,” bebernya saat dihubungi Jawa Pos pada Kamis (21/11).

Eka Nurviana Fatma bersama murid-muridnya yang antusias dengan sesi belajar seperti bermain, tapi tetap bermakna. (Foto: Dokumentasi Eka Nurviana)

Eka lebih senang mendesain ulang sesuai kreativitasnya. Terkadang dia modifikasi template yang ada untuk membuat peta, flashcard, template quiz, hingga board game. ”Beberapa kali saya ajak siswa untuk membuat proyek di Canva sebagai bagian dari tugas pembelajaran. Misalnya, mapel bahasa Indonesia. Mereka membuat kartu kosakata dan penggunaannya dalam kalimat efektif,” imbuh guru kelas V tersebut.

Proyek-proyek itu tidak hanya melatih keterampilan desain dan kreativitas siswa, tetapi juga membantu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi dalam menyelesaikan tugas.

Menurut dia, di era sekarang, seorang guru perlu terus mengembangkan kreativitas dan terbuka terhadap berbagai alat digital yang dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif. Dia selalu berusaha merancang metode pembelajaran yang menyenangkan supaya anak didiknya lebih mudah memahami materi dan tidak merasa terbebani.

Selain aktivitas bakulan pecel, Eka pernah mengajak murid-muridnya menjadi  ”Detektif Matematika” yang memecahkan misteri menggunakan rumus keliling bangun datar. ”Aktivitas seperti itu memicu rasa ingin tahu dan keinginan mereka untuk terus belajar sambil bermain,” sambung Eka.

Alhasil, anak didiknya bersemangat datang ke sekolah karena penasaran dengan aktivitas yang bakal dilakukan. ”Saya sering mendengar mereka bertanya, ’Bu Eka, besok kita main apa lagi?’ Buat mereka, pembelajaran di kelas saya terasa seperti permainan. Namun, tetap bermakna,” tuturnya. (lai/c7/nor)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore