
CABUT LAPORAN: Wakapolres Mojokerto Kota Kompol Supriyono (kanan) dan Juariyanto (dua dari kanan) beserta tim kuasa hukum di Mapolres Mojokerto Kota (17/7). (MARTDA VADETYA/JAWA POS RADAR MOJOKERTO)
Juariyanto terbukti tak terlibat kasus narkoba, tapi punggung sempat diinjak, wajah ditempelkan aspal, dan tangan diborgol ketika diringkus tiga petugas Satresnarkoba Polres Mojokerto. Dia mencabut laporan setelah empat hari sebelumnya melaporkan insiden salah tangkap itu ke Propam.
MARTDA VADETYA, Kota Mojokerto
PENJURU Mapolres Mojokerto Kota, Jawa Timur, dijaga ketat. Tak hanya di pintu gerbang utama, tapi juga lorong menuju berbagai satuan. Terdengar para personel saling komunikasi lewat handie-talkie (HT) setiap ada tamu yang masuk.
Perayaan Hari Bhayangkara telah dua pekan lebih berlalu. Penjagaan ketat pada Rabu (17/7) itu tak lepas dari adanya pertemuan Juariyanto, korban salah tangkap Satresnarkoba Polres Mojokerto Kota, yang didampingi kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum Ansor Kabupaten Mojokerto dengan pejabat utama Polres Mojokerto Kota.
Sekitar dua jam mediasi itu berlangsung. Rampung sekitar pukul 17.00. ”Jadi, hari ini (Rabu, 17/7) sudah selesai secara kekeluargaan. Karena sebenarnya kemarin itu (Sabtu, 13/7, sore) hanya salah paham,” ujar Wakapolres Mojokerto Kota Kompol Supriyono kepada Jawa Pos Radar Mojokerto di ruang kerjanya.
Meski tampak masih mengalami luka di pelipis kiri, Juariyanto sepakat mencabut laporan yang sebelumnya dilayangkan ke Propam pada Minggu (14/7) petang lalu. ”Jadi, sudah selesai. Hari ini tadi laporannya sudah dicabut,” ujar Ahmad Mukhlisin, tim kuasa hukum pria 65 tahun itu.
Upaya damai itu disepakati setelah Juariyanto mencari keadilan selama empat hari atas apa yang dialaminya tersebut. Setelah wadul ke Propam pada Minggu (17/7) petang, korban sempat divisum dan menjalani serangkaian pemeriksaan.
Saat menjalani pemeriksaan di hari berikutnya, perajin sandal asal Dusun Karangnongko, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, itu mengaku masih merasakan sakit. Baik di bagian wajah maupun punggung.
Di hadapan petugas, dia mengutarakan apa yang dialaminya pada Sabtu pekan lalu tersebut. Baik kronologi penangkapan maupun ciri petugas yang meringkusnya di pinggir jalan yang disaksikan banyak warga itu.
Kasus salah tangkap tersebut terjadi sekitar pukul 14.30, Sabtu (13/7). Ketika itu Juariyanto yang mengendarai motor sedang dalam perjalanan pulang setelah mengirim sandal di wilayah Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.
Di tengah jalan, inhaler miliknya mendadak terjatuh. Dia lantas mengambil barang miliknya yang terjatuh di sekitar tempat sampah tersebut. Saat melintas di sekitar underpass Mojoranu, mendadak dia dicegat tiga petugas Satresnarkoba Polres Mojokerto Kota.
Korban lantas disuruh turun dari motor dan dipaksa telungkup ke aspal. Punggungnya turut diinjak kaki. Wajahnya ditempelkan ke aspal dan tangannya diborgol.
Korban sempat melawan lantaran merasa tidak bersalah. Tapi, dia tak berdaya dan lantas digiring ke mapolres dengan beberapa luka di pelipis, dagu, sekitar mulut, hingga pergelangan tangan. Namun, dari hasil pemeriksaan, Juariyanto tak terbukti sebagai pengedar. Dia lantas dibebaskan dan diminta kembali pulang ke rumah pada Sabtu (17/7) sekitar pukul 18.30 WIB.
Tak terima dengan perlakuan para petugas itu, dia pun melaporkannya ke Propam dengan didampingi LBH Ansor Kabupaten Mojokerto. Butuh empat hari sampai kesepakatan dicapai.
Tapi, baik Juariyanto maupun kuasa hukumnya tak menjelaskan apa bentuk kesepakatan damai dengan Polres Mojokerto Kota. Kompol Supriyono pun hanya menyebut kondusivitas wilayah sebagai alasan jalan damai diambil.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
