
LINDUNGI HEWAN: Anggota Dog Lovers Indonesia (DLI) Surabaya sedang bermain bersama anjing yang berhasil diselamatkan Senin (1/1) lalu.
Sudah ratusan anjing telantar berhasil diselamatkan oleh anggota komunitas Dog Lovers Indonesia (DLI) Surabaya. Anabul tersebut diobati, dirawat di selter, hingga dipertemukan dengan adopter.
DIAN WAHYU PRATAMA, Surabaya
KIRIMAN gambar beserta video anjing yang telantar di tepi jalan membuat Sian bergegas menyiapkan sejumlah peralatan. Dia hendak menyelamatkan anabul tersebut.
Sampai di lokasi, anggota komunitas Dog Lovers Indonesia (DLI) Surabaya itu langsung membawa anjing tersebut ke klinik. Dari hasil pemeriksaan dokter, anjing itu menderita kekurangan nutrisi dan cacingan. Usianya masih berkisar lima bulan. ’’Dugaannya, anjing tersebut dibuang oleh pemiliknya,” paparnya.
Seusai mendapatkan perawatan, anjing yang diberi nama Siba itu dirawat di selter DLI wilayah Surabaya Barat. Kini Siba tumbuh sehat dan usianya sudah satu tahun enam bulan.
Siba adalah satu di antara ratusan anabul yang berhasil diselamatkan oleh DLI Surabaya. Menurut Sian, komunitasnya juga berhasil menyelamatkan beberapa anjing yang hendak disembelih di rumah jagal. ’’Caranya dengan membeli anabul itu dari rumah jagal,” ungkapnya.
Ada pula anabul yang diselamatkan dari siksaan pemiliknya. Hewan peliharaan tersebut sering dipukul sampai puas oleh pemiliknya.
Bagi Sian dan anggota DLI Surabaya lainnya, bisa menyelamatkan anjing dari beragam ancaman merupakan kebahagiaan yang tidak bisa tergambarkan. Lewat misi itu, hewan mendapatkan kesempatan untuk hidup dan memperoleh perlakuan yang lebih layak.
DLI Surabaya memiliki 20 anggota aktif yang saling bergotong royong menyelamatkan anjing. Sudah ratusan anabul yang berhasil diselamatkan sejak 2017.
Setelah diselamatkan, anjing mendapatkan pengobatan di klinik. Jika telah dinyatakan sehat, hewan tersebut dibawa ke selter untuk dirawat. Melalui media sosial (medsos), komunitas DLI Surabaya meng-upload gambar anjing-anjing itu. Cara tersebut dilakukan untuk mencari adopter atau orang yang berminat mengasuh anabul itu.
’’Para calon adopter bisa menghubungi kontak yang tersedia di medsos terlebih dahulu,” jelasnya.
Koordinator Selter DLI Surabaya Fitri mengatakan, adopter yang berminat merawat anabul dari selter harus memenuhi beberapa persyaratan. Misalnya, mereka wajib mengisi surat pernyataan dan kesanggupan merawat anabul dengan baik.
Syarat itu diberlakukan agar hewan yang diadopsi diperlakukan baik dan tidak ditelantarkan kembali. ’’Bila terbukti adopter melanggar, kami dapat mengambil anabul kembali,” ujar pemilik akun Instagram @rumahanabulsurabaya_rumaya itu.
Fitri mengatakan, saat ini ada 35 anjing yang dirawat. Puluhan anjing itu menunggu adopter. Menurut Fitri, mayoritas anabul tersebut trauma dengan pukulan dan orang yang baru dikenal. Itu disebabkan hewan tersebut kerap mendapatkan kekerasan dari pemilik sebelumnya.
Saat anjing yang berhasil diselamatkan tiba di selter, Fitri sering kali duduk di sebelahnya. Tujuannya, membentuk kedekatan dan menghilangkan trauma anabul tersebut. Rata-rata proses PDKT itu memerlukan waktu seminggu hingga delapan bulan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
