
SIMBOL KALANGAN SANTRI: Dari kiri, Ketua Panitia Totok Dwi Haryono, Ketua P2N Jatim Mathorurrozaq Ismail, Ketua PCNU Surabaya Umarsyah H.S., dan Ketua PGI Jatim M. Rizal saat melakukan tee off.
Awalnya sarung hanya menjadi suvenir yang masuk goodie bag untuk peserta. Tapi, ternyata banyak yang tertarik sarungan setelah turnamen The Santri resmi dibuka. Ingin menunjukkan kaum sarungan terbuka dengan semua kalangan atau komunitas.
NARENDRA PRASETYA, Surabaya
---
’’HANYA satu hole pertama saya mengenakannya (sarung),’’ ucap Ketua PCNU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) Surabaya Umarsyah H.S. ’’Saya (memakai sarung) sampai di hole kedua,’’ sambung Totok Dwi Haryono, ketua panitia turnamen golf amal The Santri, di Ciputra Golf, Club & Resto Surabaya Minggu (5/11) pekan lalu.
Umarsyah dan Totok adalah dua di antara puluhan pegolf bersarung yang ’’merumput’’ di Ciputra Golf, Club & Resto Surabaya pada Minggu pagi itu.
Didampingi Ketua PGI (Persatuan Golf Indonesia) Jatim M. Rizal dan Ketua P2N (Pengusaha dan Profesional Nahdliyin) M. Mathorurrozaq Ismail, Umarsyah dan Totok membuka turnamen dengan pemukulan bola asap (smoke ball).
Seperti namanya, turnamen amal itu merupakan bagian dari peringatan Hari Santri Nasional kesembilan yang jatuh pada 22 Oktober. Sebanyak 130 pegolf ikut serta dalam turnamen tersebut. Dalam turnamen The Santri, Achmad Syafaat dinobatkan sebagai pemilik gelar Best Gross Overall. Sementara itu, Masnuh Masrus meraih Best Nett Overall.
Umarsyah yang ditemui di sela-sela turnamen The Santri menyebutkan, sarung itu adalah simbol komunitas santri. ’’Kami ingin memperkenalkan komunitas santri yang sebenarnya tak jauh beda dengan komunitas golf lain. Kami juga bisa relate dengan komunitas lainnya,’’ tutur pria yang merupakan penginisiasi turnamen golf itu.
Turnamen The Santri kali pertama digelar oleh P2N. Menurut Gus Mathor, sapaan akrab Mathorurrozaq Ismail, turnamen itu menjadi wadah untuk silaturahmi para profesional dan pengusaha yang selama ini aktif di lingkungan NU. ’’Caranya dengan berolahraga bersama, salah satunya main golf. Selain aspek olahraga, di turnamen golf ini juga ada aspek pengembangan ekonomi dan kegiatan sosial,’’ katanya.
Sama seperti golfer lain di turnamen tersebut, Gus Mathor juga memakai sarung saat bermain golf. Dia bahkan bisa bertahan sampai tiga hole pertama.
Apakah nyaman main golf dengan memakai sarung? Bagi kalangan santri, sarung sudah menjadi bagian dalam keseharian. Bahkan, tak jarang mereka juga mengenakannya untuk bermain sepak bola.
Bentuk sarung yang melebar di bagian bawah membuat si pemakai tetap nyaman saat bermain golf. Sebab, golf adalah jenis olahraga yang menggunakan tubuh bagian perut ke atas.
Problemnya, karena sejak awal tidak ada niat bermain golf dengan memakai sarung, rata-rata peserta turnamen The Santri tidak sampai 18 hole mengenakannya. Gus Mathor, misalnya.
’’Masalahnya, pada awal persiapan saya mengenakan celana panjang. Jadi, sumuk kalau tetap dipakai karena dobel dengan celana, hehehe... Tahun depan mungkin bisa kami pertimbangkan. Kalau semua oke, kita sarungan terus dari hole 1 sampai 18,’’ kata Gus Mathor.
Dia menyebut ide sarungan itu dadakan. Semula, sarung tersebut masuk dalam goodie bag yang diserahkan kepada golfer peserta. Tapi, setelah sesi pemukulan bola asap, banyak pegolf lain yang ikut sarungan. ’’Dengan ini, kami sekaligus bisa memperkenalkan bahwa sarung itu nyaman dipakai di segala aktivitas. Bukan hanya aktivitas keagamaan,’’ terang Gus Mathor.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
