
PENGALAMAN PERTAMA: Perhelatan wayang orang oleh para dokter dan profesor RSUD dr Soetomo-FK Unair di area parkir Gedung Bedah Plastik RSUD dr Soetomo Surabaya (3/11).
Pukul 20.00 mereka bersiap. Tapi, kali ini di tangan para dokter dan profesor di lingkungan RSUD dr Soetomo-Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga itu tak ada peralatan medis.
SEPTINDA AYU PRAMITASARI, Surabaya
---
PUKUL 20.00, para dokter dan profesor RSUD dr Soetomo (RSDS) dan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya sudah bersiap diri. Tapi kali ini tanpa peralatan medis di tangan.
Sebab, pada Jumat (3/11) malam lalu itu, mereka bersiap untuk tampil di pergelaran wayang orang dalam rangka merayakan HUT Ke-85 RSDS. Para ”seniman” itu pun berdiri di samping panggung dengan kostum beserta make-up sesuai tokoh yang diperankan dalam lakon bertajuk Shinta Wurung tersebut.
Pergelaran dimulai saat dalang Ki Joni Partama alias Prof dr Joni Wahyuhadi SpBS (K), direktur utama RSDS, sudah berada di atas panggung untuk menceritakan lakon Shinta Wurung. Riuh tawa dan tepuk tangan langsung terdengar di panggung pentas seni di area parkir Gedung Bedah Plastik RSDS. Ada ratusan penonton yang menyaksikan, termasuk Gubernur Jawa Timur 2009–2019 Soekarwo.
Tiga tokoh utama memasuki panggung sambil menari dengan diiringi tembang yang dibawakan tim karawitan RSDS. Mereka adalah Rama, Shinta, dan Laksmana. Rama diperankan Dekan FK Unair Prof dr Budi Santoso SpOG (K); Shinta diperankan Wakil Direktur Profesi, Penelitian, dan Sumber Daya Manusia (SDM) Prof Dr dr Cita Rosita S. Prakoesa SpKK (K) FINSDV FAADV; dan Laksmana diperankan Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan Prof dr Ahmad Suryawan SpA (K).
”Saya mengambil cuplikan pada saat Rahwana menculik Dewi Shinta untuk dinikahi, tetapi Shinta tidak mau,” kata Joni yang menulis cerita kepada Jawa Pos sebelum tampil.
Joni mengakui, pergelaran wayang orang yang digagas RSDS itu adalah pengalaman pertama. Semua diperankan para dokter dan profesor. Untuk menyiasati kesibukan masing-masing, mereka yang terlibat kompak menyisihkan waktu latihan untuk pertunjukan wayang orang setiap pukul 15.00. Atau setelah pulang kerja.
Total sekitar 50 dokter yang terlibat dalam pertunjukan wayang orang. ”Ya pasti latihannya tidak pernah utuh. Pasti ada yang enggak bisa datang. Sulit kumpul bareng,” ungkap Joni.
Dekan FK Unair Prof dr Budi Santoso SpOG (K) alias Prof Bus mengakui, memainkan wayang orang itu sulit. Apalagi, dia tidak begitu tertarik dengan dunia seni wayang, termasuk di keluarganya. ”Saya asli Jawa. Namun tidak begitu dekat dengan seni wayang. Jadi agak menantang,” katanya.
Bus menjelaskan, latihan rutin biasanya dilakukan seminggu tiga kali. Namun, empat hari sebelum hari H, latihan dilakukan hampir setiap hari setelah jam kerja. ”Biasanya Selasa, Rabu, dan Jumat. Yang tidak datang perannya diganti,” ujarnya.
Sang dalang Prof dr Joni Wahyuhadi SpBS (K).
Bus juga selalu menghafalkan skrip di sela-sela mengurus pasien dan manajemen FK Unair. Bahkan juga menyempatkan waktu untuk melihat pertunjukan wayang orang di YouTube. ”Rama ini perannya harus serius dan menjadi peran yang penting. Saya juga tampil di tiga bagian. Paling sulit membiasakan berbahasa krama inggil,” paparnya.
Jika biasanya serius menangani pasien dan mengurus pendidikan dokter sebagai dekan FK Unair, saat pertunjukan fokusnya adalah menghibur penonton. ”Kami terhibur juga. Isi ceritanya juga sering dibumbui kehidupan sehari-hari dokter. Kalau ada event lagi, insya Allah mau lagi,” ujar dia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
