
MEMANFAATKAN YANG TERBUANG: Viola Tizita dan Fabrizio Robbie bersama karya inovasi mereka yang berbahan dasar ampas kopi dan limbah kayu industri.
Berwujud Gelas Keramik dan Lampu Peredam Cemas
Viola Tizita harus mencari campuran komposisi yang mampu membuat gelas dari ampas kopi kokoh dan aman digunakan. Lampu buatan Fabrizio Robbie ditujukan bagi mereka yang mengalami gangguan mental sehingga sulit memfokuskan perhatian.
LAILATUL FITRIANI, Surabaya
---
DARI kedai ke kedai, Viola Tizita mengumpulkan ampas kopi. Perempuan 24 tahun itu berupaya merealisasikan ide untuk menyulap limbah kopi menjadi gelas keramik.
Sebuah ide yang juga tercetus ketika dia nongkrong di kedai kopi. ’’Lagi kumpul sama teman di kedai kopi, saya kepikiran berapa banyak ampas yang terbuang begitu saja tiap hari. Apalagi, kedai kopi di Surabaya cukup banyak dan selalu ramai,’’ ungkap Vio, sapaan akrabnya, kepada Jawa Pos kemarin (18/9).
Dari ide itu pula, Vio akhirnya berhasil menjadi salah satu wisudawan terbaik di kampusnya, Universitas Kristen Petra, Surabaya, dengan IPK 3,79. Tugas akhirnya yang berjudul Perancangan Inovasi Bisnis Gelas Keramik Berbahan Ampas Kopi meraih nilai A.
Vio menuturkan, awalnya, untuk menindaklanjuti letupan ide tersebut, dia langsung melakukan riset mendalam. Dari sana, dia mengetahui fakta bahwa dalam sehari, kedai tempat dia biasa nongkrong di Surabaya bisa menghasilkan 1,5 kg ampas kopi. ’’Limbah ampas kopi itu 34 kali lebih berbahaya dari karbon dioksida dan bisa memperparah pemanasan global,’’ imbuhnya.
Permasalahan itu justru menantang kreativitasnya sebagai mahasiswa jurusan desain komunikasi visual (DKV) untuk menciptakan produk. ’’Dengan mendaur ulangnya menjadi gelas keramik ergonomis, saya bisa memberi kontribusi kecil pada lingkungan,’’ ujarnya.
Secara sederhana, ergonomi terkait dengan interaksi dan kenyamanan. Vio harus lima kali melakukan revisi saat uji coba membuat desain produk. Dia juga harus mencari campuran komposisi yang mampu membuat gelas kokoh dan aman digunakan.
’’Ampasnya perlu disaring dulu, lalu dikeringkan di oven dengan suhu 200° Celsius selama 50 menit. Baru dicampur tanah liat khusus foodgrade dengan perbandingan 30:70, kasih sedikit air, uleni sampai tercampur rata,’’ jelasnya.
Setelah itu, tinggal proses pembentukan pola gelas, pemasangan handle, dan pengecatan. Dibutuhkan 3–14 hari hingga gelas siap dipakai. Sebab, perlu dilakukan tiga hari penjemuran dan 9 jam pembakaran. ’’Gelasnya juga dilapisi cairan glasir secara menyeluruh hingga 3 kali supaya aman untuk alat makan dan jika kontak langsung dengan kulit,’’ ungkapnya.
Hasilnya khas. Terdapat motif bintik-bintik cokelat pada permukaan gelas yang berasal dari serbuk ampas kopi. Aroma kopi juga samar-samar masih tercium. Agar semakin estetis, Vio menambahkan ilustrasi bertema 16 MBTI, tipe kepribadian yang populer di kalangan anak muda. ’’Ilustrasi MBTI-nya saya modif dengan nuansa nostalgia masa kecil generasi 90-an yang lucu saat dikenang,’’ ucap perempuan asal Surabaya itu.
Semua karakternya perempuan. Sebab, target pasarnya adalah wanita berusia 23–35 tahun yang menggemari barang handmade dan koleksi benda keramik. ’’Sudah terjual 11 set dari pameran dan online, sistemnya pre-order. Satu setnya Rp 90.000 berisi 1 gelas keramik, MBTI card, sticker, thank you card, label, dan kartu informasi,’’ tambahnya.
Inovasi pemanfaatan limbah juga mengantarkan Fabrizio Robbie lulus cum laude dari prodi interior design di kampus yang sama. Tugas akhirnya yang berjudul Perancangan Fidgeting Interior Dekoratif dengan Memanfaatkan Limbah Kayu Industri meraih nilai A dengan IPK 3,52.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
