
Suporter Latvia datang langsung dari negaranya untuk mendukung tim nasionalnya di Indonesia Arena kemarin.
Kontinu Lakukan Mexican Wave, Diikuti Teriakan ”Aizsardziba”
Ribuan fans Latvia terlihat paling menonjol dibandingkan pendukung semua tim yang bertanding dalam Piala Dunia Basket di Jakarta. Mereka rela menempuh belasan jam perjalanan demi mendukung tim kesayangan di penampilan perdana di ajang akbar tersebut.
DIMAS RAMADHAN, Jakarta
---
HARI mulai gelap. Tapi, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, jauh dari kata sepi. Malah, para penonton dengan jersi merah marun terus berdatangan menuju Indonesia Arena. Mereka datang dari berbagai titik untuk berkumpul dan mendukung perjuangan Latvia di FIBA World Cup 2023. Pemandangan itulah yang terjadi setiap timnas basket Latvia bertanding di FIBA World Cup di Jakarta.
Mulai saat menghadapi Lebanon di laga pembuka pada Jumat (25/8), lalu ketika berjumpa dengan Prancis dua hari kemudian serta kemarin (29/8) saat tim asuhan Luca Banchi itu menantang tim unggulan Kanada di laga pemungkas grup G.
Inilah penampilan perdana Latvia di Piala Dunia Basket. Euforia tersebut yang mendorong para fans Latvia jauh-jauh datang dari kawasan Baltik di mana negara mereka berada yang superdingin ke Jakarta, ibu kota sebuah negeri tropis dengan temperatur menyengat. Sterilisasi GBK, khususnya sepanjang jalan dari pintu 11, seolah ditujukan untuk mereka.
Dari semua tim yang bertanding di Jakarta, para fans Latvia bisa dibilang paling mencolok. Nyaris sepanjang jalan di hari pertandingan dipenuhi para fans dari negeri pecahan Uni Soviet tersebut. Baik sebelum, saat, maupun sesudah pertandingan.
Jumlah mereka mencapai ribuan. Kemasifan dan fanatisme mereka terlihat jelas lagi ketika di dalam Indonesia Arena. Nyaris semua tempat duduk yang ada di tribun kategori 1–3A diisi fans Latvia. Mereka membawa bendera, snare drum, dan pernak-pernik unik. Saat game berlangsung, saat jeda timeout, mereka juga melakukan Mexican Wave yang kemudian diikuti penonton lain di tribun Indonesia, meskipun mereka bukan pendukung Latvia. Sebuah pemandangan yang di sini mungkin lebih jamak ditemukan di stadion sepak bola.
Tak sekadar menonton, fans Latvia juga tak henti-hentinya bersorak dan berteriak. ”Aizsardzība...Aizsardzība...Aizsardzība!” Salah satu teriakan ini membahana setiap Latvia sedang dalam kondisi diserang lawan. Dalam bahasa Latvia, Aizsardzība berarti bertahan atau defense. Kata itu biasa diteriakkan penonton basket saat timnya tengah berusaha menahan gempuran lawan untuk mencetak skor.
Pebasket Timnas basket Prancis Evan Fournier menembakkan bola ke arah ring saat melawan Timnas basket Latvia dalam pertandingan fase penyisihan Grup H FIBA World Cup 2023 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (27/8/2023).
Saat Latvia menambah poin, para fans Latvia lebih bergemuruh lagi. Malah lebih berisik dan bisa membuat atmosfer di Indonesia Arena jadi sulit dilupakan siapa pun yang ikut menonton langsung.
Robert, salah seorang fans Latvia, mengaku sudah mendarat sejak pekan lalu bersama rekan-rekannya. ”Saya datang ke sini setelah perjalanan sekitar 14 sampai 15 jam,” katanya saat ditemui Jawa Pos di Indonesia Arena kemarin.
Perjalanannya memang panjang. Tapi, hal itu tidak menyurutkan niat Robert dan kawan-kawan untuk ke Indonesia. ”Saya cinta timnas basket Latvia dan saya ingin mendukung mereka. Ini adalah momen bersejarah karena mereka baru kali pertama ikut Piala Dunia,” bebernya.
Selain rela datang jauh-jauh, Robert belum memiliki rencana untuk pulang ke negaranya. Dia berjanji akan mendukung timnas basket Latvia hingga titik akhir. ”Jujur, saya hanya membeli tiket berangkat dan saya percaya setelah Jakarta, kami akan pindah ke Filipina, ke Manila, untuk babak perempat final,” katanya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
