’’Kalau dia ketakutan, ya boleh ditahan dulu. Tidak bisa dipaksa,” tutur Stefani. Satu level itu harus dijalani selama sekitar 30 menit. Jika pasien tidak mampu menyelesaikan, psikolog pendamping bakal mengubah tampilan VR.
Dia diajak menikmati zona nyamannya, misalnya ke padang rumput atau pantai. Diiringi dengan lagu-lagu bertempo lembut. ”Ini supaya dia tenang sampai heart rate-nya kembali ke normal,” imbuhnya.
Sesi terapi bisa saja dihentikan apabila pasien dinilai tidak mampu. Sesi kembali dilanjutkan jika pasien bereaksi positif. Setelah menyusuri level tersebut, sesi VR dinyatakan selesai dan akan dilanjutkan pada evaluasi. Psikolog pendamping akan melihat reaksi tubuh yang terekam dalam VR dan melalui evaluasi langsung. (*/c7/aph)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
