TANGANI TENGKES: Serka Izza Elmy (kiri) berfoto bersama Pangdam V/ Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf setelah menerima Babinsa Award di bidang kesehatan Senin (24/7).
Perjuangan Serka Kowad Izza Elmy menangani tengkes menuai hasil. Dia mendapatkan Babinsa Award dari Pangdam V/Brawijaya untuk kategori kesehatan. Ketekunan dan komunikasi menjadi kunci keberhasilan.
WAHYU ZANUAR BUSTOMI, Surabaya
SERKA Kowad Izza Elmy tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya saat namanya disebut. Dia berhasil menjadi pemenang Babinsa Award Kodam V/Brawijaya. Izza jadi perempuan satu-satunya yang mendapatkan penghargaan tersebut.
Babinsa Koramil 0817/07 Kebomas, Desa Giri, Gresik, itu menang karena pengabdiannya. Setiap hari dia motoran keluar masuk kampung mengirim makanan bergizi kepada anak-anak penderita tengkes.
Izza juga aktif memberikan penyuluhan tentang stunting. Program penanganan tengkes yang digagas Izza tersebut bermula Maret lalu. Saat itu dia mendapatkan data dari posyandu bahwa ada sejumlah anak di desanya yang mengidap stunting.
’’Ada tujuh anak stunting,’’ ujarnya. Anak-anak itu terpapar tengkes karena mengonsumsi makanan yang rendah nutrisi.
Setelah berkoordinasi dengan bidan dan kepala desa (Kades), Izza mulai merancang program pemberian makanan bergizi setiap hari. Sumber dana program pemberian makanan bagi anak tengkes itu didapatkan dari corporate social responsibility (CSR).
Izza mengajukan pendanaan kepada salah satu rumah sakit swasta di Gresik. Gayung pun bersambut. Permohonan mantan ajudan komandan Kodim Gresik itu diterima.
Setelah mendapatkan pendanaan, Izza berdiskusi dengan ahli gizi rumah sakit. Dia meminta saran menu makanan yang cocok bagi anak penderita tengkes.
Masukan dari ahli gizi itu dikreasikan lewat menu makanan yang menarik selera anak. Izza memilih model bento. ’’Sebab, anak-anak gemar makan bento,’’ ujarnya.
Setiap hari Izza harus stand by di rumah sakit pukul 07.30 untuk mengambil makanan. Dengan mengendarai sepeda motor, Izza mengirimkan paket-paket makanan itu ke lima dusun, ke rumah anak-anak stunting tersebut.
Kontur Desa Giri yang berada di atas perbukitan membuat tugas mengantar makanan itu tidak mudah. Izza harus melewati jalan-jalan yang berkelok. Sampai di mulut gang, kotak makanan tersebut dibawa menaiki anak tangga.
’’Jadi, ya saya anggap joging pagi,’’ ucapnya disusul tawa. Setiap pagi kedatangan Izza sudah dinantikan anak-anak. Biasanya, mereka menunggunya di anak tangga. Apabila ada anak yang tidak mau makan, Izza selalu punya cara untuk membujuknya agar mau menghabiskan makanan.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
