
PECINTA BINATANG: Komunitas Reptil Bandung menggelar gathering di Kiara Artha Park. Para anggota membawa reptil peliharaan masing-masing, seperti ular iguana, dan bunglon.
KRB, Komunitas yang Konsisten Membagikan Edukasi Terkait Reptil
Lewat berbagai cara, Komunitas Reptil Bandung berusaha mengabarkan ke khalayak bahwa hanya 20 persen dari ribuan jenis ular yang berbisa dan bahwa memelihara reptil itu relatif gampang. Sebelum bergabung, calon anggota harus presentasi dulu seluk-beluk reptil yang dikuasai.
AGAS PUTRA HARTANTO, Bandung
---
PENYAYANG binatang bukan berarti tak pernah digigit binatang yang disayangi. Yuda Debyan mengaku mengalaminya berkali-kali dengan ular. ’’Tapi, ya yang tidak berbisa ya,” kata anggota Komunitas Reptil Bandung (KRB) tersebut kepada Jawa Pos bulan lalu (10/3).
Karena itu pula, tiap kali hendak membuka kandang ular sanca peliharaannya, Firman Nurdiansyah selalu mengetuk kaca kandang dulu. Setelah itu, menutup bagian kepala menggunakan alat atau tripleks. Baru kemudian mengambil badannya.
’’Reptil, apalagi ular, punya otak kecil. Mereka tidak memiliki daya ingat yang kuat akan tuannya. Sehingga suatu saat bisa menyerang,” kata Firman yang juga ketua KRB itu.
Pengetahuan bahwa daya ingat ular lemah, bahwa ular tidak berbisa justru lebih agresif, atau bahwa hanya 20 persen saja dari 3 ribu spesies ular di dunia yang berbisa –itu pun level bisanya beragam– seperti itulah yang berusaha terus diedukasikan KRB kepada khalayak. Juga bahwa tidak semua ular dengan bentuk kepala segitiga berbisa.
Lewat kegiatan yang rutin mereka adakan tiap Minggu pagi, komunitas yang berdiri sejak 2009 tersebut juga membeberkan bahwa memelihara reptil sejatinya relatif gampang. ’’Sesuai tagline komunitas kami, tahu, mengenal, dan peduli. Karena membuat orang untuk peduli harus mengetahui lebih dulu reptil dan mengenal dulu karakternya,” ungkap pria 28 tahun itu.
Ular, misalnya, hanya diberi makan seminggu sekali atau setelah buang air baru dikasih makan lagi dan tidak perlu dijemur dan dimandikan. Cukup memberi lampu di dalam kandang. Kalau jenis kadal, cukup diberi makan 3–4 hari sekali. Hanya iguana yang masih membutuhkan makan dan berjemur setiap hari.
KRB berdiri pada 20 April 2009. Bermula dari grup diskusi daring pencinta reptil terbesar se-Asia Tenggara, Reptil-X.
Kebetulan, Reptil-X menggelar gathering di Bandung. Sekitar 10 orang pencinta reptil Kota Kembang berkumpul, kenalan, duduk, dan ngobrol bareng. ’’Dari situ bikin satu wadah komunitas biar sesama orang Bandung pencinta reptil bisa saling sharing,” terang Firman.
KRB biasanya melakukan kegiatan rutin setiap Minggu pagi. Sosialisasi dan show case di Taman Lansia. Di kesempatan itu, para anggota memberikan penjelasan bagaimana menangani reptil, memegangnya, dan seluk-beluk lain.
Kebanyakan anggota KRB memelihara ular. Terutama jenis piton, seperti bold python dan piton albino. Kemudian diikuti iguana yang menjadi reptil peliharaan favorit berikutnya. Mulai dari iguana hijau, iguana biru, hingga bearded dragon atau kadal janggut.
Tidak ada persyaratan khusus untuk masuk menjadi anggota KRB. Meski demikian, tetap ada proses penyaringan dalam menambah anggota. Etika, kemauan mempelajari reptil, dan keaktifan calon anggota menjadi penilaian.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
