Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 April 2023 | 14.48 WIB

Sudaryono, 31 Tahun di Lautan Merawat Menara Suar: Kangen Keluarga, Cari Ketinggian untuk Dapat Sinyal

BANTU LALU LINTAS KAPAL: Sudaryono sedan memperbaiki perlatan di menara suar. Sudaryono termasuk karyawan yang berdedikasi terhadap pekerjaannya. - Image

BANTU LALU LINTAS KAPAL: Sudaryono sedan memperbaiki perlatan di menara suar. Sudaryono termasuk karyawan yang berdedikasi terhadap pekerjaannya.

Sudah belasan menara suar yang pernah dijaga Sudaryono. Dari menjaga menara suar itu, dia pun memiliki banyak pengalaman. Misalnya, pernah mendapat pertolongan orang kampung ketika sakit, kembali menghidupkan olahraga di kampung, hingga memberikan petuah yang selalu dinanti keluarga saat pulang.

DIAN WAHYU PRATAMA, Surabaya

SUDARYONO sudah bersiap untuk menaiki lantai 17 Menara Sembilangan di Desa Penarjuh, Kecamatan Socah, Bangkalan, Senin (24/4) sore. Perlahan ratusan anak tangga dilewati dengan menenteng sebuah tas kecil yang berisi obeng serta sebuah lampu.

Rutinitas tersebut biasa dilakukannya dua minggu sekali. ’’Tujuannya, merawat lampu suar,” terang pria asal Bangkalan tersebut.

Sesampai di atas, dengan cekatan bapak tiga anak itu membersihkan secara perlahan lampu yang dipenuhi semut. Solar cell serta kamera cadangan yang berada di luar ruangan tidak luput diperiksa.

Setelah semua tugas selesai, dia menyempatkan istirahat sejenak sambil menikmati pemandangan pesisir laut dari atas menara.

Sore itu, Sudaryono teringat peristiwa 12 tahun lalu. Ketika itu, dia bertugas di Menara Pulau Sepanjang, Kabupaten Sumenep. Dia sempat jatuh sakit karena diserang malaria hingga lemas dan tidak bisa pergi ke mana-mana.

Untungnya, ada warga sekitar yang mengetahui dan menolongnya. Mulai memberikan obat hingga mengantarnya ke kapal untuk dilarikan ke rumah sakit.

’’Alhamdulillah masih bisa tertolong,” terang pria yang tercatat sebagai pegawai Distrik Navigasi (Disnav) Tipe A Kelas I Tanjung Perak itu.

Kebaikan warga sekitar sering didapatkan pria 57 tahun tersebut ketika bertugas di sebuah pulau. Sebab, di setiap tempat tugas, dia aktif berkomunikasi dengan warga sehingga sudah seperti keluarga sendiri.

Kedekatan itu terlihat dari seringnya Sudaryono diundang ke rumah warga sekitar untuk makan bersama. Tak hanya itu, saat bertugas di Pulau Sepanjang dan Sekala, dia melihat fasilitas lapangan voli yang tidak terpakai.

Dengan kemampuannya bermain voli, Sudaryono mengajari warga sekitar cara bermain. Warga pun sangat antusias dan setiap sore mempunyai rutinitas baru, yakni bermain voli bersama. ’’Hiburan itu yang mengobati kejenuhan saat bertugas,” paparnya.

Selama 31 tahun bertugas menjaga menara suar, ada tantangan yang dihadapinya. Salah satunya adalah komunikasi dengan keluarga. Sebelum ada handphone (HP), Sudaryono hanya bisa mendengar kabar keluarga 15 hari sekali dari radio single side band (SBB).

Ketika ada HP, kendala sinyal masih sering dijumpai. Hingga tak jarang setiap ditelepon, dia harus menaiki menara suar terlebih dahulu untuk mendapatkan sinyal.

Hal berbau mistis juga sering dialami Sudaryono di setiap menara suar. Itu sudah biasa dihadapi, tidak ada tips khusus yang dilakukan. Hanya, dia sering melantunkan surah Yasin dan tahlil setiap malam selepas salat.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore