
LEZAT: Relawan Tagana Jatim memasak untuk sajian buka puasa bersama di Masjid Al Akbar Surabaya Sabtu (8/4).
Perjuangan menyajikan ribuan paket menu buka puasa di Masjid Al Akbar tidaklah mudah. Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Jatim tidak hanya dituntut membuat makanan lezat dan bersih. Mereka juga harus tepat waktu dan selalu fresh. Beberapa petugas pun rela bermalam di dalam tenda khusus.
WAHYU ZANUAR BUSTOMI, Surabaya
MENGGUNAKAN sarung tangan, Hari Mulyono menata satu per satu ayam kriuk ke sebuah tempat. Jemarinya dituntut telaten dan cekatan. Sebagai seorang koki di Tagana Jatim, dia harus bisa memasak di mana saja dan dalam kondisi apa pun. Termasuk saat siang waktu puasa.
Bertempat di parkir selatan Masjid Al Akbar, di sana terpacak tenda Tagana Jatim berukuran besar. Di situlah aktivitas memasak dilakukan.
Saat siang, dari kejauhan sudah tercium aroma sedap dari dalam tenda. Kelezatan menu yang disajikan sudah terbayangkan. Apalagi, setiap hari masakan yang dibuat selalu berbeda.
Aroma di dalam tenda memang begitu menggiurkan. Tapi, juga membuat baju basah. Maklum, 14 kompor besar berada di sana.
Semuanya dioperasikan secara bersamaan. Belum lagi, saat wadah besar penanak nasi ukuran 25 kilogram dibuka.
Rasanya cukup panas seperti sauna. Ada 30 petugas tagana yang memasak setiap hari. Dari jumlah itu, 10 di antaranya bergiliran selama tiga hari dari kabupaten atau kota di Jatim.
Tentu saja, tantangan tim tagana dalam menyajikan makanan buka puasa tidak mudah. Bukan hanya menahan godaan dari menu yang dibuatnya. Tapi, mereka juga harus menjaga kondisi fisik.
Untuk itu, di sebelah tenda utama yang membentuk huruf L, terdapat tenda khusus yang cukup besar. Tempat tersebut digunakan beberapa petugas untuk tidur. Sementara itu, yang lainnya tidur di base camp Dinas Sosial (Dinsos) Jatim.
Koordinator Pengawas Dapur Tagana Jatim Twiadi mengatakan, sehari pihaknya menyajikan 4 ribu porsi makanan untuk berbuka. Tepatnya menyesuaikan permintaan dari Masjid Al Akbar. ’’Kalau ada tablig akbar, ya sampai 4 ribu porsi,’’ ucapnya.
Banyaknya porsi itu membuat petugas harus kuat semuanya. Sebab, aktivitas di dalam tenda biru itu tiada hentinya. Malam mereka belanja, dini hari persiapan, pagi sudah harus eksekusi. Mengingat pukul 1 siang makanan wajib sudah dikemas.
Basic petugas memang tidak ada yang khusus dari boga. Tapi, kemampuan mereka sudah tidak perlu ditanya. Sehari memasak 2–4 kuintal beras dianggap hal yang biasa. Termasuk menjaga agar rasa makanan tetap sama.
Memasak dalam jumlah besar membutuhkan pengalaman. Salah prosedur tak hanya membuat makanan tidak enak. Tapi, juga membuang bahan dan rugi.
Twiadi menuturkan, selama sebulan menu sudah disiapkan. Lauk mulai ikan, ayam, hingga daging sapi digilir setiap saat. ’’Sayur dan lauk setiap hari ada,’’ ucap Twiadi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
