
Santoso, pembudidaya ikan hias dari Berbah, Sleman
JawaPos.com – Masa kecil Santoso sangatlah memilukan. Bahkan ia kerap makan dari hasil mengais sisa-sisa nasi kotak di tempat sampah. Maklum saja, Santoso lahir dari keluarga sederhana.
Sadar tidak dilahirkan sebagai orang kaya, ia terus bekerja keras dan bertekad menjadi orang sukses di kemudian hari. Sejak kecil, Santoso sudah menempa dirinya dengan sejumlah aktivitas yang menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Bahkan meski masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Santoso kecil sudah bekerja sebagai Caddy Tenis pada 1970-an silam di dekat kompleks TNI AU, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).
Waktu itu, Santoso hanya diberi upah Rp 100. Upahnya yang tidak seberapa waktu itu dirasa cukup untuk membantu dan meringankan beban orang tua dalam menghidupi keluarga. Maklum saja, Santoso lahir dari keluarga besar, ia dilahirkan dengan 8 bersaudara.
Karena keterbatasan dana, tingkat pendidikannya hanya mentok di Sekolah Dasar (SD). Meski demikian, semangatnya terus membara dan bertekad keluar dari garis kemiskinan yang menjeratnya selama ini. Terlebih setelah memutuskan untuk meminang perempuan pujaannya.
Pada 1993, Santoso kemudian mengadu nasib ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Ternyata Jakarta waktu itu, tidaklah cocok bagi Santoso. Ia hanya bertahan sekitar 3 tahun saja. Sebab sejumlah lamarannya di sejumlah perusahaan ditolak. "Salah satunya melamar sebagai pegawai swalayan tapi ditolak. Nolaknya katanya jatah saya bukan jadi pegawai," katanya.
Santoso pun memutuskan untuk kembali ke kampungnya, di daerah Dusun Gendangan, Desa Tegaltirto, Kecamatan Berbah. Tidak patah arang, ia pun mencoba menggeluti budidaya ikan dengan menyewa tanah kas desa seluas 300 meter dari uang pinjaman. "Kenapa ikan karena saya senang dengan ikan sejak kecil," tuturnya, membagikan kisahnya kepada JawaPos.com, Kamis (22/2).
Perjalanan budidaya ikannya pun dimulai. Dari hanya budidaya ikan, Santoso mulai mengembangkan cara pembibitan benih. Santoso kemudian pergi ke Balai Benih Ikan (BBI) yang letaknya tak jauh dari kediamannya.
Namun pegawai di sana menyuruhnya untuk pulang, karena menganggap Santoso tidak punya uang. Ia pun tak kapok, 3 sampai 4 kali didatanginya kembali sampai petugas di sana luluh.
Akhirnya Santoso diperbolehkan, namun dengan syarat harus membeli bibit yang ada di satu kolam penuh. Demi menjalankan bisnis yang diminatinya ini, ia pun harus kembali mencari pinjaman untuk menebus benih tersebut.
Melihat tekad Santoso yang besar, pegawai di Balai Benih Ikan itu pun kemudian menantangnya. Jika mampu membuat bibit-bibit ikan itu bisa bertambah bobot 3 ons selama 3 bulan, maka akan dibeli dengan harga yang lebih tinggi dari pasaran.
Tantangan itu bak pelecut baginya. Santoso akhirnya berhasil membuat gemuk ikan-ikannya itu dalam waktu yang sesuai permintaan. "Ngasih makannya sedikit-sedikit biar jadi daging," ucapnya.
Hasil penjualan ikan tersebut kemudian dipergunakan untuk membayar hutang- hutangnya. Pada 1998, ia lalu melebarkan sayap dengan budidaya ikan hias jenis Koi. Sedikit demi sedikit, dirinya mulai merasakan hasilnya.
Pada 2007, usahanya terus berkembang dan mencoba peruntukan mengembangkan jenis ikan hias lain berupa Arwana. Ternyata pasar menyambutnya dengan baik. Tak hanya di dalam negeri saja, namun hingga sampai menembus ke Tiongkok, Singapura, hingga Jepang.
Ia yang kini juga sebagai Pengawas di Asosiasi Pecinta Koi Indonesia itu mengelola kolam seluas 1,4 hektare. Diisi dengan ikan-ikan hias seperti Koi, Arwana, maupun jenis lainnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022