
SERBAMERAH: Penampilan kelompok balet Marlupi Dance Academy. Kelompok itu memperoleh medali emas saat mengikuti ajang internasional di Singapura. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
Baru dibentuk beberapa bulan menjadi satu grup, kelompok balet Marlupi Dance Academy yang terdiri atas 11 orang berhasil meraih emas di ajang internasional. Ajang Star of Canaan Dance International Ballet Competition 2022 yang digelar di Singapura dengan puluhan peserta dari berbagai negara itu berhasil ditaklukkan.
MARIYAMA DINA, Surabaya
STAY Together atau dalam bahasa Indonesia berarti tetap bersama menjadi judul tarian yang dibawakan 11 remaja itu. Mereka adalah murid-murid dari Marlupi Dance Academy (MDA) Surabaya. Menampilkan balet kontemporer untuk kategori kelompok, mereka mendapat sambutan yang baik hingga berhasil membawa pulang emas.
Lorenzia Liana, salah seorang pengajar untuk kelompok itu, bercerita bahwa dalam perlombaan kali ini, sebenarnya banyak sekali muridnya yang ikut pergi ke kompetisi tersebut. Namun, di kategori kelompok itu, ternyata di luar dugaan muridnya bisa mendapatkan emas.
’’Soalnya awalnya itu mereka pengin ikut yang kategori solo. Terus kami kepikiran kenapa nggak ikut yang kategori kelompok juga,” ceritanya saat ditemui di Studio MDA, Jumat (15/9).
Dari latihan yang singkat, ternyata mereka tetap berhasil meraih hasil terbaik. ’’Padahal, latihan waktu itu cukup singkat. Cuma satu setengah bulan. Dan, karena masih masa pandemi, kadang anggota yang latihan juga nggak lengkap,” terangnya.
Belum lagi, ada salah seorang anggota yang sempat positif Covid-19 sehingga latihan tertunda sementara. Kemudian, latihan tetap dilanjutkan meski masih ada anggota yang absen.
Dari situ, makna Stay Together menjadi hal yang ingin mereka tunjukkan di ajang tersebut. Bagaimana kebersamaan itu ternyata susah sekali didapat di era sekarang. ’’Tapi, saat sudah bersama, kekompakan itu bisa terlihat sangat indah. Itu juga kami perlihatkan di koreo kami,” sambung Loren.
Koreografi, jelas Loren, menjadi salah satu yang sangat penting dalam tarian. ’’Dalam tarian berkelompok memang penting menunjukkan kekompakan. Tapi, kalau koreonya nggak wow, nggak bisa menonjol,” jelasnya.
Fifi Sijangga, salah seorang pengajar di MDA yang memang punya banyak prestasi, adalah orang di balik koreografi Stay Together.
Teknik yang bersih pun tetap akan kalah jika koreografi kurang menarik. ’’Dan setelah penampilan mereka ini, ada suara tepuk tangan yang keceplosan gitu,” cerita Loren lagi. Sebab, dalam kompetisi yang digelar pada 6–7 September lalu itu, ternyata memang tidak boleh ada penonton. Bahkan kru sendiri. Hanya ada juri yang berada di sana. ’’Jadi, kayak kan nggak ada penonton. Tapi, kok ada suara tepuk tangan,” kenangnya.
Marlupi Sijangga, founder MDA, menambahkan bahwa kelompok yang dipersiapkan khusus dalam waktu singkat untuk kompetisi tersebut ternyata bikin surprised. ’’Nggak hanya penampilannya dan hasilnya. Tapi, mereka saat itu juga disambut hangat sekali di sana,” imbuhnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
