
BUTUH KOMPAK: Siswa mengikuti lomba balap sarung beregu di halaman SMPN 42 Surabaya, Rabu (17/8). (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
Berbagai acara mewarnai peringatan 17 Agustus di Surabaya. Warga punya cara sendiri untuk mengucapkan dirgahayu kepada tanah airnya. Dari yang heroik dengan menampilkan teatrikal hingga menggelar upacara.
TIM JAWA POS, Surabaya
SUARA rentetan senjata seperti menghujani SMAK St Louis 1 Surabaya kemarin. Tembakan tersebut justru dibalas dengan teriakan merdeka yang menggema. Semangat pasukan Tokubetsu Keisatsutai atau Polisi Istimewa yang rata-rata orang pribumi justru kian berkobar. Mereka tak gentar untuk maju. Kemarahan itu tidak lain karena Agen Polisi III Nainggolan dan Soegito ditempeleng pimpinan polisi Jepang. Kepulan asap dan suara petasan semakin mendramatisasi keadaan.
Edi Marga yang memerankan Nainggolan sangat mendalami perannya. Teriakannya seolah membangkitkan semangat 77 tahun lalu. Tepatnya Minggu, 19 Agustus 1945.
Kabar pembacaan proklamasi ternyata didengar pasukan Tokubetsu Keisatsutai. Terutama mereka yang berasal dari warga Indonesia. Markas Tokubetsu Keisatsutai yang berada di Jalan Coen Boulevard atau sekarang Jalan Polisi Istimewa mulai memanas.
Dalam teatrikal kemarin, Edi sebagai Nainggolan dan Udanto sebagai Soegito menurunkan bendera Jepang dan menggantinya dengan bendera Merah Putih. Aksi keduanya itu justru memancing amarah pimpinan polisi Jepang tersebut. Perlakuan itu malah membakar semangat para anggota Polisi Istimewa.
Mereka naik ke gedung dan mengganti bendera Jepang dengan Merah Putih. Sekaligus diberi kawat berduri agar tidak diganti oleh Jepang. ”Pengibaran pertama bendera Merah Putih di Surabaya ya di sini (SMAK St Louis 1 Surabaya, Red),’’ kata Satrio Sudarso, sutradara teatrikal, kemarin.
Aksi teatrikal tersebut melibatkan semua pihak. Yakni, Muspika Kecamatan Tegalsari, komunitas Roodebrug Soerabaia, karang taruna, dan SMAK St Louis 1 Surabaya. Kegiatan itu sebetulnya rutin dilakukan oleh pihak sekolah. Hanya, selama lima tahun ini ditiadakan. ”Ini mulai lagi, dulu yang teatrikal dari siswa sendiri,’’ kata Kepala SMAK St Louis 1 Surabaya Sri Wahyuni.
Perayaan Agustusan penuh khidmat juga dilakukan masyarakat Tambak Bayan RT 2. Sejak pagi mereka sudah bersolek untuk mengikuti upacara bendera yang digelar di Jalan Tambak Bayan Tengah. Mayoritas warga keturunan Tionghoa itu begitu antusias. Uniknya, upacara kemarin juga diikuti empat warga negara Jepang.
Salah seorang WNA Jepang, Kenta Kishi, menyatakan senang sekali bisa ikut upacara bersama warga. Kegiatan dilakukan dengan sederhana, namun tetap mencerminkan semangat para warga dalam menyambut kemerdekaan. ”Keberagaman budaya terlihat di sini,’’ ucap profesor dari Akakita University of Art itu.
Upacara juga dilakukan warga Kampung Dinoyo Tenun RT 6, RW 3. Puluhan warga itu menggelar upacara bendera kali pertama setelah 1996.
Persiapan tersebut berlangsung selama satu minggu. Kendalanya adalah ketidaksamaan waktu kosong antarwarga serta tidak ada yang pengalaman dan grogi. ”Waktu upacara kok bisa benderanya terbalik. Padahal, selama latihan sukses,’’ kata Karnadi, penggagas acara.
Berbagai kegiatan dan lomba juga digelar. Misalnya, di SMK KAL. Di sana para siswa memperingatinya dengan mendatangi makam Mbah Ratu di Jalan Demak. Mereka hendak berziarah ke makam veteran di lokasi tersebut. Sebagai rasa hormat, tabur bunga serta doa bersama dilakukan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kolonel Laut (KH) Ambar Kristiyanto selaku kepala SMK KAL 1. Setelah ziarah selesai, mereka mengunjungi kediaman keluarga para veteran tersebut. Canda dan tawa menyelimuti suasana pertemuan itu. Sesekali, pihak keluarga menceritakan kisah perjuangan almarhum saat melawan penjajah.
Sementara itu, keseruan memperingati hari kemerdekaan juga terlihat di SMPN 42. Riska Zhafirah, siswi sekolah tersebut, terjungkal setelah mengikuti lomba balap sarung. Kakinya tersangkut temannya bernama Amira Ulhasanah. Namun, dia tak merasa sakit. Di tengah lapangan, Riska justru tertawa terbahak-bahak bersama puluhan pelajar lainnya. Maklum, lomba permainan tradisional itu merupakan pengalaman pertamanya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
