alexametrics

Mengenal Juan Carlo Vieri, Peraih Perak di APIO 2021

22 Juni 2021, 07:48:11 WIB

Juan Carlo Vieri sudah lama menyukai bidang informatika. Namun, baru tahun ini dia ikut ajang Asia Pacific Informatics Olympiad (APIO). Ternyata, dia berhasil meraih medali perak meski baru pertama mencoba.

MARIYAMA DINA, Surabaya

DUNIA coding mewarnai kehidupan Juan sejak kecil. Sebab, sang ayah dan kakak-kakaknya juga terjun di dunia tersebut. Hal itulah yang memicu rasa penasaran Juan untuk mengenal dunia teknologi informasi (TI). Padahal awalnya, remaja 15 tahun itu hanya ingin mencoba coding karena kelihatan keren.

”Ternyata, pas nyoba susah sekali. Tapi seneng,” ceritanya saat ditemui secara virtual Minggu (20/6). Dari situ, banyak sekali hal yang dilatih agar bisa sehebat ayah dan kakaknya. Hingga sampailah dia pada Kompetisi Sains Nasional (KSN) tahun lalu. Di ajang penyisihan sebelum masuk ke ajang APIO itu, Juan berhasil meraih medali emas pada Oktober 2020.

Itu adalah medali emas pertama Juan di ajang KSN yang juga baru pertama diikutinya. Ajang di bidang informatika itu memang baru bisa diikuti saat dirinya masuk bangku SMA.

Sebab, tak ada event tersebut untuk tingkat SMP. Berhasil meraih medali emas, Juan pun lanjut ke ajang APIO pada 2021 ini. Sayangnya, di APIO dirinya harus berhenti dengan medali perak.

Namun, Juan menjadi satu-satunya peraih medali termuda yang mengikuti ajang APIO 2021. ”Soalnya, rata-rata yang ikut sudah kelas XI sama XII. Dan mereka juga rata-rata sudah pernah ikut ajang ini di tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya. Karena itu, pelatihan soal-soal yang dimiliki para peserta lain otomatis lebih banyak.

Laki-laki yang menempuh pendidikan di SMA IPH East itu pun bertekad bisa meraih emas di APIO tahun depan. Terlebih, dia juga menerima wild card atau bisa dibilang undangan khusus untuk bisa langsung mengikuti pelatnas tahap keempat. ”Nah, kalau menang di APIO itu bakal lanjut di ajang International Olympiad in Informatics (IOI),” jelasnya.

Di ajang APIO, ada beberapa tahap yang disebut pelatnas. Setiap tahapnya akan menjadi seleksi yang ketat. Hingga sampai di tahap ketiga, semua peserta yang lolos otomatis menjadi perwakilan Indonesia di ajang APIO. ”Kalau di APIO ini bisa menang dan dapat nilai bagus, baru lanjut ke IOI sebagai perwakilan Indonesia,” lanjutnya. Karena Juan mendapat wild card, dia bisa langsung masuk ke pelatnas tahap keempat untuk persiapan IOI tahun depan tanpa harus mengulang tahap 1–3 sebelumnya.

Pelajar kelahiran Surabaya, 12 November 2005, itu kemudian bercerita lagi. Meski belum mendapat emas, dia memiliki tip-tip khusus untuk bisa meraih nilai yang bagus dengan waktu yang singkat. ”Ini juga yang masih jadi PR-ku,” ujarnya. Yakni, tidak hanya berfokus pada satu soal untuk mendapat nilai yang sempurna. Tapi, juga mengumpulkan skor-skor yang tidak terlalu banyak dari soal-soal lainnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/any

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads