
PASTIKAN HIGIENIS: Reysa Yeni Fontiana menunjukkan aneka sayur dan buah dari pedagang pasar yang sudah dicek kualitas dan kebersihannya. (Reysa Yeni Fontiana for Jawa Pos)
Reysa Yeni menggagas Keranjang Pawon untuk membantu ibu-ibu tetap berada di rumah. Namun, bisa mendapatkan sayur dan buah segar dengan harga pasar.
NURUL KOMARIYAH, Surabaya
Ada kesibukan tambahan yang dikerjakan Reysa Yeni Fontiana sejak pandemi Covid-19 merebak di Surabaya. Setiap hari dia mendaftar berbagai rupa belanjaan yang dipesan ibu-ibu. Setelah terekap rapi, Reysa lantas menghubungi para pedagang yang menjual barang-barang pesanan tersebut. Mulai pedagang sayur, buah, hingga ikan segar.
”Sistemnya order hari ini, dikirim besok. Karena aku juga mesti menyesuaikan jam buka pasar induk itu kan malam. Kalau khusus ikan segar, buka jam 11 siang,” ujarnya kepada Jawa Pos lewat sambungan telepon pada Selasa (5/5).
Keesokannya, belanjaan yang sudah dia pesan akan datang di rumahnya pukul 2 siang. Reysa harus mengeceknya terlebih dulu. Sebelum kemudian dia kirim kepada konsumen.
Pengecekan ulang itu menjadi salah satu bagian untuk menjaga mutu dan kualitas yang diterapkannya di Keranjang Pawon. Yakni, pasar online yang dibuat Reysa sejak 16 Maret lalu. Saat itu, sudah diberlakukan work from home (WFH).
Dia lantas berpikir bahwa belanja dari rumah itu sangat penting. Karena itu, ibu-ibu pasti perlu wadah agar tetap bisa memenuhi kebutuhan dapur tanpa harus keluar rumah.
”Termasuk teman-teman saya sesama ibu rumah tangga. Mereka resah. Takut keluar dan ketemu banyak orang. Pergi ke pasar berisiko. Tapi kalau enggak ke pasar, nanti bahan masak buat keluarga gimana,” katanya.
Akhirnya, terpikirlah ide membuat Keranjang Pawon. Selain itu, gagasan tersebut dimaksudkan untuk membantu para pedagang pasar yang terdampak. Reysa mendapat banyak cerita dari rekan maupun kenalannya yang berjualan di pasar. Mereka mengeluh omzet menurun karena sepi pembeli. Dia pun menggandeng rekan pedagang yang sehari-hari berjualan di Pasar Osowilangun, Pasar Puncak Permai, dan Pasar Semolowaru.
”Pertama, selalu aku coba makan untuk diriku sendiri. Kalau produknya sudah betul-betul bagus dan higienis, aku bantu jual lewat Keranjang Pawon,” terangnya
Perempuan 38 tahun itu pun mengemas ulang belanjaan. Setelah barang datang di rumahnya dan dicek, Reysa memasukkan ke kemasan yang lebih bersih, rapi, sekaligus menarik. Di dalam kemasan tersebut dia selalu menyelipkan ”surat cinta”. Isinya keterangan kandungan gizi dan vitamin yang terdapat dalam sayur, buah, dan ikan. Juga mengingatkan ibu-ibu bahwa masakan rumah adalah menu yang paling sehat sekaligus nikmat untuk anggota keluarga.
Saat ini bukan hanya pedagang sayur, buah, dan ikan yang sudah bergabung. Tetapi, ada juga pedagang empon-empon dari lereng Gunung Muria. Selain itu, ada pedagang madu dan susu sapi segar dari Bromo. Ada pula pedagang ikan yang kemudian punya inisiatif untuk mengolah ikan laut versi frozen food yang bisa lebih tahan lama untuk disimpan.
”Ada juga yang nawarin ayam. Pokoknya, produk apa pun yang fresh bisa aku terima. Kalau ada pedagang yang hanya nitip promosi tanpa bagi laba juga boleh. Saling support dengan bantu mempromosikan dagangan teman itu akan sangat berdampak baik buat perekonomian,” paparnya.
Sementara itu, sebelum menggagas Keranjang Pawon, Reysa aktif sebagai ketua Komunitas Teman Kita Ada. Yakni, wadah kegiatan sosial yang terbentuk sejak 2018 dengan 60 anggota. Awal Maret lalu, komunitas tersebut membagikan 250 paket sembako, hand sanitizer, masker, dan APD dari hasil donasi anggota dan para donatur.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
