
ANGKUTAN LEGENDARIS: Bus kota DAMRI beroperasi dari Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo ke segala penjuru dalam kota Surabaya.
Angkutan masal tidak hanya membawa fungsi layanan warga. Ia juga menjadi penanda zaman yang membawa kenangan.
TAUFIQURRAHMAN
Berjalan di bawah lorong pertokoan. Di Surabaya yang panas. Debu-debu ramai beterbangan, dihempas oleh bis kota. Bis kota sudah miring ke kiri oleh sesaknya penumpang. Aku terjepit di sela-sela ketiak para penumpang yang bergantungan...(Franky & Jane; Bis Kota 1979)
SETELAH googling demi googling dilewati dengan keyword yang kabur, akhirnya suara kakak beradik Franky dan Jane Sahilatua mengalun di ruang tamu Kuswadi, salah seorang pensiunan Perum DAMRI. Jawa Pos berkunjung ke rumahnya pada Rabu pagi (18/1).
Lagu Franky dan Jane tentang sensasi bus kota Surabaya kemudian dinikmati untuk beberapa saat.’’Nah, iya itu, itu lagunya,’’ kata Kuswadi menunjuk layar YouTube.
Lagu Franky dan Jane cukup untuk menggambarkan suasana hati orang Surabaya saat naik bus kota. Transportasi masal tersebut adalah primadona di kalangan warga Surabaya pada dekade 70–90-an. Bentuknya mewah, besar, dan gagah. Tarifnya juga murah. Naik bus kota menjadi kesenangan yang bisa diakses semua kalangan.
Namun, sisi minusnya juga berjibun. Terutama kalau tempat duduk penuh. Penumpang terpaksa berdiri di sepanjang lorong tengah. Berpegangan pada sebatang besi di atap. Kalau bus benar-benar sesak, penumpang harus rela menikmati berbagai macam aroma keringat. Apalagi ditambah bus yang miring. Yang paling kiri paling apes.
Kuswadi sudah lebih dari 40 tahun mengabdi di DAMRI. Tepatnya sejak jawatan angkutan milik pemerintah itu kali pertama mengoperasikan bus kota di Surabaya pada 1975. Meski ingat-ingat lupa, dia masih bisa merangkai ingatan tentang evolusi bus kota Surabaya.
Kuswadi menjelaskan alasan Franky dan Jane menyebut bus Kota Surabaya selalu saja miring. Layout tempat duduk bus Kota Surabaya senantiasa berubah-ubah. Mengikuti jenis maupun merek pabrikan armada yang diimpor DAMRI. Sejak trayek bus Kota Surabaya dibuka pada 1975, DAMRI mendatangkan bus jenis Mitsubishi Fuso. Bentuknya cebol, pendek secara vertikal maupun horizontal. ’’Orang manggilnya bus kebo. Jelek mukanya,’’ ucap Kuswadi.
Varian pertama, layout bus tersebut berupa dua baris kursi di kanan dan kiri. Setiap baris terdiri atas dua deret kursi. Tersedia ruang cukup luas di tengah bagi penumpang berdiri. Tidak lama kemudian, ada peremajaan.
Nah, layout bus angkatan kedua Fuso yang membuat bus kota Surabaya miring. Baris sebelah kanan tetap berbentuk dua deret. Tetapi, kursi di baris sebelah kiri menempel di sepanjang dinding kiri bus. Tempat duduk menghadap ke arah dalam. ’’Ada sisa lebih dari satu meter untuk ruang penumpang berdiri, pakai pegangan,’’ jelas Kuswadi.
Lantaran lebih banyak ruang di kiri, penumpang pun dijejalkan di ruang tersebut. Saat itu ruang berdiri malah tampak lebih sesak daripada ruang sebelah kanan. Bus pun berat sebelah. Dari kejauhan sudah bisa dilihat jalannya miring. ’’Makanya, lagunya jadi bus miring. Miring terus. Ada yang sampai pernya patah,’’ ungkap Kuswadi, lalu tersenyum-senyum.
Era si Fuso pun berakhir. Penggantinya datang dari India. Tata Motors tipe D306 dan E306. Saat itu sudah memasuki 1977. Layout-nya kembali seperti semula. Dua di kiri, dua di kanan. Seperti apa bentuknya? Ingat-ingatlah film India.
Meski menjadi primadona warga Surabaya, kemunculan bus DAMRI di Kota Surabaya sama dengan kedatangan transportasi masal lain, selalu diiringi kegembiraan dan polemik. Yang setuju menganggap bus DAMRI murah, daya angkut besar, dan rutenya terjangkau. Yang menolak merasa kehadiran bus DAMRI melumpuhkan bemo, lin, dan angguna.
Tidak jarang, para pengusaha maupun sopir angkutan lainnya ’’menyerang’’ secara frontal bus-bus milik Perum DAMRI. Misalnya, saat rute baru dibuka untuk jurusan Kutisari–Demak pp via Gubeng dan THR. Ketika itu didatangkan beberapa armada bus pabrikan Jepang, Hino seri BX, untuk melayani rute baru tersebut. Markas busnya berada di Kutisari.

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
