Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Januari 2020 | 20.35 WIB

Berbisnis Ekstrak Daun Tribulus yang Banyak Dicari Kaum Pria

L Ahmad Rifai, pembuat kopi dari ekstrak tanaman tribulus memperlihatkan produknya dalam bentuk kemasan di rumahnya, Dusun Gubuk Puntik, Desa Suralaga, Kecamatan Suralaga, belum lama ini. - Image

L Ahmad Rifai, pembuat kopi dari ekstrak tanaman tribulus memperlihatkan produknya dalam bentuk kemasan di rumahnya, Dusun Gubuk Puntik, Desa Suralaga, Kecamatan Suralaga, belum lama ini.

JawaPos.com - Dua cangkir kopi tribulus dihidangkan. Begitu diseruput, rasa tribulus yang telah diekstrak tak terlalu mencolok. Itu karena campuran krimer dan gula yang berbaur dengan kopi dan ekstrak tribulus. “Ini dosis tribulusnya sudah saya turunkan jadi 5 miligram,” kata Ahmad menerangkan reaksi yang akan terjadi pada tubuh yang meminum kopi buatannya.

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur


Selain kopi Tribulus yang sudah disajikan, Ahmad memperlihatkan kopi dalam bentuk kemasan. Satu kotak berisi 10 sachet kopi siap seduh. Harga per kotak Rp 90 ribu. Atau dengan kata lain Rp 10 ribu per sachet. Per sachet berisi 25 gram.

Tak hanya itu, ia juga mengeluarkan daun tribulus yang belum diolah. Di ruang penyimpanan bahan baku, terdapat beberapa karung tribulus yang sudah dikeringkan. Juga berkarung-karung biji dan kulit salak. “Bijinya jadi kopi, daunnya jadi teh,” terangnya.

Di Indonesia, tribulus dikenal dengan nama rujak polo. Di Lombok, orang menyebutnya pohon tanggek banteng. Kata Ahmad, tanaman ini sangat melimpah di Lombok. Dengan mudah ia bisa mendapatkannya. Di kebun, orang menganggap tanaman itu sebagai pengganggu. “Tak banyak yang tahu khasiatnya,” ujarnya seperti dikutip Lombok Pos (Jawa Pos Group), Minggu (19/1)

Ahmad mengetahui itu sejak berjualan obat herbal sejak 2010. Dari sana ia mendapat banyak pengetahuan mengenai berbagai macam tanaman herbal. Waktu berlalu, ia pun kemudian menyadari, jika penghasilan menjual herbal buatan orang lain tidak seberapa. Dapat Rp 1 juta, yang disetor Rp 800 ribu.

Sejak tahun 2016 lalu, ia pun mulai berpikir untuk memproduksi jualannya sendiri. Saat itu, mulailah ia dengan kopi biji salak. Kopi biji salak memiliki khasiat menurunkan asam urat.

Lambat laut, ia pun mendapat ide untuk membuat herbal tribulus. Produk kopi biji salak dan herbal tribulus pun mulai ia pasarkan. Tidak luas, masih sekitar Suralaga. Herbal tribulus berkhasiat untuk meningkatkan stamina pria. “Khususnya dalam meningkatkan libido,” terangnya.

Aroma tribulus dan biji salak menyeruak dari dalam karung. Di ruang penyimpanan bahan baku itu, Ahmad memperlihatkan stok bahan baku kopi tribulus dan biji salak buatannya. Semua itu dikumpulkan seorang diri. “Biji salak saya ambil dari buah busuk yang dibuang di pasar,” kata Ahmad.

Meski telah memiliki empat produk berizin resmi, jangan kira kehidupan Ahmad sudah jauh membaik dari sebelumnya. Ayah enam anak ini hidup dalam kondisi serba cukup. Tidak ada yang lebih. Mungkin lebih sering kekurangan.

Karena kurangnya modal dan biaya pemasaran, produk buatannya belum sebanyak yang diharapkan. Hal itu menyebabkan semua produk yang dihasilkan, dari tahapan awal sampai penjualan dilakukan seorang diri. Jangankan karyawan, mesin yang dapat membantunya bekerja lebih cepat saja belum ada. “Semua masih manual,” jelasnya.

Itulah mengapa ia tak berani memproduksi kopi tribulus dan biji salak, juga herbalnya terlalu banyak. Seadanya saja. Karena kemasan yang cukup baik itu dikerjakan seorang diri juga. “Alat penggiling ini saya masih minjam,” katanya.

Padahal jika dikembangkan, usaha itu memiliki potensi besar untuk maju. Ia bersyukur, pemerintah kecamatan Suralaga membantunya memproses izin. Begitu juga dengan mengirimnya mengikuti pelatihan kemasan dan pemasaran. Namun itu tak cukup tanpa modal berupa peralatan.

Saat ini, ia sedang berusaha memasukkan kopi tribulus dan biji salaknya ke ritel modern. Di tengah itu, ia berharap agar pemerintah memberikan bantuan alat. Mulai dari mesin penggiling, penggoreng, dan pemecah tribulus. Selain itu, ia juga butuh mesin untuk mengekstrak tribulus. “Selama ini ekstraknya manual,” jelasnya.

Ia yakin, kopi tribulus yang berkhasiat menambah stamina pria dan kopi biji salak untuk mengobati asam urat itu bisa laku di pasaran. Tujuannya tak hanya membuat produksinya laku. Tapi juga membantu masyarakat agar terhindar dari produk bodong yang berbahaya bagi kesehatan. “Banyak sekali kopi penambah kekuatan pria berbahaya yang beredar diam-diam di masyarakat,” katanya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore