
Mantan pramugari Lion Air Laura Lazarus menceritakan pengalamannya di Jakarta, Selasa (6/11).
Terluka parah dan kehilangan mimpi sebagai pramugari, Laura Lazarus menemukan jalan kesuksesan lewat menulis. Inspirasi kebangkitannya terus dia bagikan dalam berbagai forum. Mulai di sekolah hingga perusahaan.
FOLLY AKBAR, Jakarta
---
SEMUA sudah mengiranya meninggal. Sekujur tubuhnya penuh luka: pipi di bagian kanan remuk dan cuwil, daging betis di kaki kanan habis, serta tulangnya patah tak beraturan. "Pokoknya ngeri lah," kata Laura Lazarus mengenang yang dia alami 14 tahun silam.
Laura bekerja sebagai pramugari di Lion Air ketika itu. Pada 30 November 2004 itu, pesawat tempatnya bertugas tergelincir ke pemakaman umum di Bandara Adi Soemarmo Solo, Jawa tengah. Sebanyak 26 orang tewas dalam musibah tersebut.
Itu bukan kecelakaan pertama yang dialami Laura dalam tugasnya sebagai pramugari Lion Air. Empat bulan sebelumnya, pesawat tempat dia bertugas juga tergelincir di Bandara Mahmud Badaruddin II Palembang. Tapi tak separah di Solo. Tak ada korban kala itu.
Untung, berkat kegigihan tim medis di Singapura dan pemberian tulang kaki warga Filipina, kondisi Laura setelah kecelakaan di Solo membaik. Perempuan kelahiran Jakarta, 25 Maret 1985, tersebut bisa berjalan meski harus dibantu kruk di kedua sisinya. Sampai kini. "Semoga bisa jalan normal lagi," harap dia saat memperlihatkan kondisi tubuhnya sambil berdiri ketika ditemui Jawa Pos di sebuah kafe di kawasan Jakarta Selatan Selasa lalu (6/11).
Kecelakaan di Solo itu benar-benar meruntuhkan mimpinya. Apalagi ketika kemudian dia mendapati sikap perusahaan yang tidak bisa diandalkan. Mimpi sebagai pramugari memang tidak berlanjut. Tapi, jiwa petarungnya muncul. Sebagai tulang punggung keluarga, dia melakukan segalanya. Berjualan makanan hingga kosmetik pun dia lakoni. Semua yang ada diupayakan.
Di sela-sela masa pencarian itulah, terlintas dalam benak Laura keinginan untuk memulai aktivitas baru: menulis. Dengan kemampuan seadanya, dia nekat menulis. Kisahnya yang selamat dari peristiwa mengerikan dia goreskan kalimat per kalimat. Tak disangka, satu buku berhasil dirampungkan dan terbit pada 2008.
Yang lebih mengejutkan, buku berjudul Unbroken Wings itu mendapat tanggapan positif. Banyak orang yang memburunya. Kisahnya dibaca banyak khalayak. Terlebih mereka yang tengah mencari inspirasi atau jalan keluar atas persoalan yang dialami. Pundi-pundi rupiah mulai masuk ke kantongnya.
Seiring berjalannya waktu, beberapa pembaca mulai memberikan respons balik. Rata-rata melalui surat. Di antara sekian banyak tanggapan, ada satu yang paling menyayat hatinya. Saat ada pembaca yang mengaku batal bunuh diri setelah membaca kisahnya. "Saya merasa dari buku ini saya bisa memberikan kesempatan ke banyak orang di luar sana," imbuhnya.
Tak pelak, upayanya untuk berbagi semangat semakin kuat. Laura mulai sering mengisi forum. Keberhasilannya bangkit dari kondisi mengenaskan dirasa cocok untuk membangkitkan antusiasme.
Forum kecil di sekolah-sekolah hingga perusahaan memintanya berbagi kunci kebangkitan. Menjadi motivator. "Mereka harapkan kasih semangat. Ingin orang di sekeliling saya bisa belajar dari saya," kata dia.
Pada 2013 cobaan sempat kembali menggelayutinya. Kaki kanan hasil operasi mengalami keretakan. Diduga, kaki tersebut tidak bisa menopang tubuhnya.
Sadar kebutuhan untuk menjaga kondisinya tidak mudah, Laura mulai memikirkan cara lain meraih materi. Sebab, tidak mungkin meminta pengobatan kembali ke Lion Air.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
