
Tuo Silek Limbago Budi, Rizal Intan Sati saat melatih seorang bule yang ingin belajar silek Ranah Minang
Silek (silat) adalah seni bela diri turun-temurun yang diwariskan tetua Minangkabau sejak ratusan tahun silam. Tanpa terus dibumikan kepada generasi selanjutnya, bukan tidak mungkin tradisi yang menjadi simbol lelaki Ranah Minang itu hilang di telan masa.
Riki Chandra, Sumbar
Dari kerisauan itulah lahir Perguruan Silek Limbago Budi, di Nagari Cupak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar). Perguruan yang dibesarkan Rizal Dt Intan Sati itu supaya terus berupaya menjaga tradisi leluhur Minangkabau.
Bahkan, eksistensinya kini telah merambah ke siswa di bangku sekolah. Rizal Intan Sati mengatakan, Limbago Budi dikukuhkan sejak 2015 silam. Meski sebetulnya, aktifitas melatih dan menghidupkan silat tradisi sudah berlangsung sejak tahun 2008 silam.
"Ini perguruan silek tradisi bukan silat. Limbago itu artinya lembaga. Sedangkan budi menyangkut akhlak. Jadi, limbago budi adalah lembaga atau wadah membina akhlak generasi muda, termasuk para gurunya dengan silek," kata Rizal Intan Sati saat berbincang dengan JawaPos.com, pekan lalu.
Tuo silek bernama asli Rizal Cardov itu mengatakan, Limbago Budi berjalan otodidak dengan tujuan akhir melahirkan pendekar Ranah Minang yang berdudi pekerti dan akhlak mulia. Seperti cita-cita hakekat silek yang diwariskan pada tetua Minangkabau dulunya.
"Perguruan ini lebih kepada wadah pendidikan informal yang membina mental dan karakter orang Minang sesungguhnya," sebut Intan Sati.
Logo sasaran Limbago Budi itu bulat menggelinding dengan makna mengikuti perputaran zaman. Namun, silat tradisi yang dikembangkannya tidak menghilangkan satu pun adat dan adab dalam bersilat.
Minangkabau sendiri, lanjut ayah tiga anak itu, memiliki banyak variasi dan corak langkah silek tradisi yang semuanya disebut aliran. Sampai hari ini, terdapat ratusan aliran silek tradisi yang berkembang dari pelosok Nagari di Sumbar.
Berkembangnya aliran silek tradisi ini, kata Rizal, adalah bentuk pengembangan silek dari tuo (guru silat). Misalnya, satu guru sila datang membawa aliran ke suatu daerah, dan nantinya di daerah itu, alirannya dilebur dalam tatanan adat dan istiadat daerah setempat.
"Hanya ada dua aliran yang kentara di Minangkabau. Pertama silek darek dan silek rantau. Silek darek berkembang di tiga luhak dan gerakannya akan cenderung mematikan, seperti silek harimau. Sedang silek rantau, berkembang di sepanjang pesisir pantai," katanya.
Perguruan Limbago Budi, terang lelaki 43 tahun itu, memadukan empat aliran silek tradisi. Pola langkah dasar dan galuik (bergelut)-nya, memakai langkah ampek (empat) Cupak, Kabupaten Solok. Sedangkan pola serangnya memakai silek tuo harimau.
Untuk kuncian, lebih memakai silek induak (induk) ayam dari Kambang, Kabupaten Pesisir Selatan. Sedangkan untuk serang bela, memakai langkah tigo (tiga) Kinari.
Melatih Sabar, Bukan Untuk Mencari Lawan
Seiring berjalan waktu, perguruan Silek Limbago Budi kian diminati generasi. Paling tidak, hari ini, perguruan ini memiliki sebanyak 227 orang lebih anggota. Jumlah sasarannya pun terus bertambah. Sedikitnya, sudah ada lima sasaran Limbago Budi yang tersebar di Kabupaten Solok, Kota Solok dan Kota Sawahlunto.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
