Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Juli 2018 | 20.43 WIB

Kisah Para Guru Peserta Space Camp di Pusat Angkasa Luar AS

ANTUSIAS: Sepuluh guru peserta pelatihan astronot dan Anton Susanto, manager corporate communications Honeywell Indonesia (tengah), di Pusat Angkasa Luar dan Ruang Angkasa AS USSRC di Alabama. - Image

ANTUSIAS: Sepuluh guru peserta pelatihan astronot dan Anton Susanto, manager corporate communications Honeywell Indonesia (tengah), di Pusat Angkasa Luar dan Ruang Angkasa AS USSRC di Alabama.


Nur tak patah arang. Dia menggerakkan para murid untuk mengumpulkan sampah plastik, kardus, dan barang-barang bekas lain sebagai alat praktik pembelajaran STEM. Misalnya, dia mencontohkan cara membuat baterai dari sampah sayur.


Yakni, karbon dikeluarkan dari selongsong baterai bekas dan diganti dengan sampah sayur yang telah melalui pengujian.


Selain itu, karya Nur yang membanggakan yang menang dalam ajang Japan Education for Sustainable Development (ESD) Award pada 2016 adalah charger handphone dari map plastik. "Aku bikin step up dan pakai dinamo. Kami atur. Itu mengandalkan putaran air. Alatnya sangat kecil," jelas guru yang telah mengabdi selama sembilan tahun itu.


Ternyata, itu bukan satu-satunya ajang kompetisi internasional yang diikuti Nur. Dia telah mengikuti berbagai lomba serupa dan selalu menang. Misalnya, Mathematics Using ICT SEAMEO QITEP In Mathematics, Environment and Sustainable Development Goals SEAMEO QITEP In Science, serta World Culture Forum UNESCO.


"Jadi, murid senang. Guru nggak cuma ceramah. Tapi ada medianya. Medianya juga murah. Tidak harus yang canggih dan mahal sehingga orang tuanya pun senang," katanya.


"Semakin hari nilainya kian bagus. Awalnya siswa sering bolos, tetapi sekarang rajin. PR yang saya berikan sifatnya praktik, bukan tertulis," beber lulusan S-2 psikologi pendidikan Universitas Gadjah Mada Jogjakarta itu, lantas tersenyum.


Rupanya, penghargaan yang didapat dari Japan ESD tersebut tidak hanya mengangkat sosok dirinya sebagai guru berprestasi. Tetapi, hal itu juga merealisasikan harapan guru dan murid di sekolahnya untuk mendapat fasilitas pendidikan yang layak.


Sejak itu, sejumlah organisasi dunia, salah satunya UNESCO, mengundang Nur untuk mempresentasikan kondisi sekolah tempatnya mengajar. Dia menceritakan kondisi apa adanya. Karena itu pula, pemerintah mulai memberikan perhatian.


Itu terjadi setelah enam tahun berturut-turut pengajuan renovasi mereka selalu ditolak pemerintah daerah.


"Dua bulan kemudian, sejak saya menang di Japan ESD, tepatnya Februari 2017, Dirjen Dikdasmen mengunjungi sekolah kami. Mereka mengecek kondisi sekolah. Akhirnya kami mendapat bantuan hampir Rp 2 miliar," beber Nur.


Kemudian, kata dia, dana bantuan tersebut digunakan untuk membangun gedung baru, kelas, aula, toilet, dan kantin. Sejak saat itu, para murid semakin bersemangat untuk belajar tentang STEM. Di dalamnya sarat metode yang mengasah life skill mereka.


Sejatinya, Nur baru mengenal STEM dari teman-temannya sesama mahasiswa UGM. "Kami sering kumpul baca-baca jurnal internasional dan bikin riset. Aku kemudian kaitkan dengan dunia pendidikan. Poinnya tentang sustainable development goals. Misal soal pencegahan sampah laut dengan aksi stop buang sampah ke sungai," terang Nur.


Menurut dia, keberhasilannya lulus dari pendidikan di Space Camp tentu akan ditularkan kepada para murid dan rekan-rekan sesama guru di sekolah nanti. Dia tidak berharap muluk-muluk mengimplementasikan apa yang didapat dengan dukungan fasilitas modern.


"Hands on activity tetap kami lakukan. Jadi, mendidik itu tidak harus ceramah. Pelatihan astronot yang saya dapat di Space Camp sifatnya hanya sebagai media untuk menginspirasi bahwa mendidik dengan pendekatan STEM itu mengasyikkan."


Selama mengikuti kamp tersebut, Nur dan sembilan guru lainnya diajari berbagai pengetahuan tentang dunia keastronotan. Setidaknya, mereka mendapat 20 materi tentang keastronotan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore