
Sofijana dan Sajida Yuniaska di depan kelas Lidah Buaya SMPN 1 Mendo Barat, Pangkalpinang (28/4).
Di tiap tahun pelajaran baru di SMPN 1 Mendo Barat, wali kelas dan para siswa menentukan tanaman bernilai ekonomis apa yang bakal dikembangkan. Setiap Sabtu mereka akan bekerja bakti membersihkan ilalang, memberi pupuk, atau menata kembali tanaman.
FERLYNDA PUTRI, Pangkalpinang
---
"LIDAH Buaya" di gapura depan kelas itu tertulis besar-besar. Nyaris menelan tulisan "9A" yang berada di atasnya. Sejalan dengan apa yang tertanam di pot dan polybag di depan kelas tersebut: lidah buaya. "Kelas di sini memang bertema tanaman yang ditanam siswa," ujar Wakil Kepala SMPN 1 Mendo Barat Sofijanah.
Tak heran kalau mengelilingi semua kelas di sekolah yang terletak 23 km di barat laut Bandara Dipati Amir, Pangkalpinang, tersebut seolah mengelilingi kebun. Ada lada, nanas, cabai, mangga, daun kucai, pisang, dan berbagai tanaman lainnya.
Sesuai dengan nama tanaman di depan kelas, itu pula produk unggulan kelas tersebut Yang tak cuma dipanen. Tapi juga diolah jadi berbagai produk.
Di kelas IX-A, misalnya, lidah buaya telah diolah jadi puding. "Kebetulan kami habis panen (lidah buaya) untuk pameran di acara Hari Pendidikan Nasional. Pudingnya juga kami pamerkan," ujar Sofi -sapaan akrab Sofijanah- kepada Jawa Pos yang berkunjung ke sana Jumat pekan lalu (27/4).
SMPN 1 Mendo Barat di Kota Pangkalpinang hanyalah satu di antara 96 sekolah model agrobisnis yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung. Yang mungkin membedakan dari sekolah serupa di provinsi lain, di sana yang dilibatkan bukan cuma SMK. Tapi juga sekolah di level SD dan SMP.
Ke-96 sekolah model itu tersebar di enam kabupaten serta satu kota di Bangka Belitung. Jadi, di tiap kabupaten atau kota ada 16 sekolah yang dikembangkan jadi sekolah model tertentu. Disesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing tempat sekolah tersebut berada. SMPN 1 Mendo Barat, misalnya, dikembangkan jadi sekolah model agrobisnis karena berada dekat dengan perkebunan sawit dan kebun lada milik rakyat. Hutan-hutan alami pun masih banyak ditemukan di wilayah Kecamatan Mendo Barat.
Wali murid dan masyarakat sekitar juga rata-rata berkebun. "Itu yang akhirnya membuat kami ingin membuat sekolah yang berwawasan agrobisnis. Yang tidak hanya menanam, tapi juga mengolah hingga bernilai ekonomis," kata Sofi.
Pilihan itu juga sejalan dengan salah satu falsafah hidup masyarakat Bangka: kelekak. Kearifan lokal tersebut mengajari setiap orang wajib menanam pohon yang memiliki nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan secara turun-temurun.
Nah, di SMP yang memiliki luas 7 hektare itu, tiap jengkalnya ditanami tanaman bernilai ekonomis. Maksudnya tanaman yang bisa diolah menjadi berbagai macam produk. Atau dijual dalam beragam bentuk.
Lada salah satunya. Di sekolah yang berjarak sekitar 38 menit dari pusat Kota Pangkalpinang, ibu kota Bangka Belitung, itu setidaknya ada 20 batang pohon lada. Tanggung jawab memanen ada pada para siswa. Prosesnya, buah lada yang berwarna merah dipetik. Lalu, mereka akan merendamnya sampai berubah menjadi berwarna putih. Setelah itu barulah dijemur hingga kering.
"Untuk menggiling nanti pakai blender dan setelahnya dimasukkan ke dalam botol kecil. Kami juga punya labenya, jadi siap jual," ujar Sofi.
Selain lada, produk unggulan lainnya adalah nanas. Kebetulan, Pulau Bangka memang terkenal sebagai penghasil buah yang berasa manis tersebut. Nanas di SMPN 1 Mendo Barat terletak di depan kelas dengan nama yang sama. Untuk saat ini nanas memang baru dijual secara "gelondongan." Maksudnya dalam bentuk buah saja.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
